170 Sekolah di Bogor Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

170 Sekolah di Bogor Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka
WJtoday, Bogor - Sebanyak 170 sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menggelar uji coba pembelajaran secara tatap mukasetelah lama menerapkan pembelajaran daring sejak pandemi.

"Dari jumlah 232 sekolah yang diusulkan hasil verifikasi dan validasi yang lolos berjumlah 171 sekolah, dan ada satu sekolah MTs yang mengundurkan diri, jadi total izin yang dikeluarkan Disdik sebanyak 170 sekolah," ungkap Bupati BogorAde Yasin.

Ratusan sekolah yang melaksanakan uji coba mulai hari ini terdiri dari 29 SD Negeri, 24 Madrasah Ibtidaiah (MI), 28 SMP, 18 Madrasah Sanawiah (MTs), tujuh Madrasah Aliyah (MA), 32 SMA, dan 32 SMK.

"Pembelajaran tatap muka dilaksanakan di setiap kecamatan satu jenjang pendidikan dari mulai SD, MI, SMP, MTs, SMA, MAN dan SMK," kataKetua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin menyebutkan bahwa uji coba tersebut dilaksanakan selama satu bulan, mulai 9 Maret-10 April 2021. Jika pada pelaksanaannya terdapat siswa ataupun guru yang positif Covid-19, maka pembelajaran di sekolah tersebut kembali menerapkan pembelajaran daring.

Ia mengatakansatuan pendidikan yang diizinkan melaksanakan sekolah tatap muka tetap harus melayani pembelajaran secara daring jika orangtua siswa tak memberi izin anaknya ke sekolah.

"Namun berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, sekitar 72-95 persen orangtua siswa menyetujui untuk dilaksanakan," kata Ade Yasin.

Pemkab Bogor membolehkan uji coba pembelajaran tatap muka seiring perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro yang efektif berlaku pada 9-22 Maret 2021.

Aturan tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati (Kepbup) Bogor bernomor 443/202/Kpts/Per-UU/2021 tentang PPKM berskala mikro.

Secara terpisah, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendukung upaya pemerintah menyiapkan skema pembelajaran sekolah secara tatap muka di masa pandemi Coid-19.

"PJJ (pembelajaran jarak jauh) efektivitasnya paling tinggi hanya 40 persen. Kami mendukung pemerintah menyiapkan rencana sekolah tatap muka. Hari Kamis nanti kita Raker dengan Kemendikbud terkait persiapan mereka sudah seperti apa," kata Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.

Komisi X DPR mendorong pemerintah segera merealisasikan rencana sekolah tatap muka agar anak didik bisa merasakan suasana sekolah kembali.

"Memang harus ada sekolah tatap muka, apapun, semangatnya bukan efektif atau tidak efektif, ini semangatnya supaya anak-anak mendapatkan suasana sekolah kembali. Sekarang ini anak-anak tidak mendapatkan suasana pembelajaran di sekolah," katanya.***