24 Korban Terorisme asal Jabar Dapat Kompensasi Negara

24 Korban Terorisme asal Jabar Dapat Kompensasi Negara
Sebanyak 24 korban terorisme di masa lalu mendapatkan kompensasi dari negara di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, 24/2/2022. (humas jabar)

WJtoday, Bandung - Sebanyak 24 korban terorisme di masa lalu mendapatkan kompensasi dari negara. Total nilai kompensasi yang diberikan kepada 25 korban  yang memiliki kartu tanda penduduk Jawa Barat berkisar Rp3 miliar. 

Pemberian kompensasi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atomojo Suryo di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (24/2/2022). 

"Saya mengucapkan terima kasih karena di hari ini ada penyintas sebanyak 24 korban. Ada yang meninggal dunia, diwakili oleh keluarga korban, ada yang mengalami luka dengan berbagai kategori hadir secara langsung menerima kompensasi dari negara yang peristiwanya disebut masa lalu terjadi sebelum tahun 2018," kata Ridwan Kamil. 

Ridwan Kamil menjelaskan, kompensasi ini merupakan bentuk kehadiran negara kepada para korban terorisme. Selain kompensasi, negara juga memberikan dukungan moral dan psikologis. 

"Negara dalam kesempatan ini menunjukkan kehadirannya baik secara lahir, moral, material maupun psikologis maupun klinisnya," kata pria yang kerap disapa Emil ini.

Mereka yang mendapatkan kompensasi ini merupakan korban dari peristiwa terorisme di masa lampau. Namun dari semua kejadian terorisme tersebut tidak ada yang terjadi di Jabar. 

"Tadi dari pidato Pak Hasto (Ketua LPSK) disampaikan, 100 persen kejadiannya terjadi di luar Jawa Barat jadi tidak ada satupun kejadian di Jawa Barat tapi korban-korbannya ber- KTP di Jawa Barat," jelas Emil. 

Baca juga: Mahfud MD: Tiga Jenis Ekstrimisme Mengarah pada Terorisme

Meskipun begitu, Pemprov Jabar terus berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada warganya. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi dan mengantisipasi sumber-sumber kebencian 

Misalnya jika sumber kebencian yang berasal karena faktor ekonomi, maka Pemerintah Provinsi Jabar rutin memberikan bantuan sosial. Sedangkan jika sumber kebencian berasal dari faktor nonekonomi, maka Pemprov Jabar mencegahmya dengan cara memperbanyak dialog. 

"Dan ini menjadi pesan bahwa di Jawa Barat terus diupayakan yang namanya kondusivitas untuk mengurangi sumber-sumber kebencian. Jika sumber kebenciannya datang dari ekonomi kita banyak program ekonomi dan jika faktornya bukan ekonomi kita memperbanyak dialog-dialog di antara sesama pemangku kepentingan di Jawa Barat," ungkap Emil.

"Sehingga Jawa Barat harus juara lahir batin, tidak ada lagi kebencian-kebencian yang menjadi benih-benih kekerasan dan terorisme dan mudah-mudahan menjadi percontohan juga," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua LPSK Hasto Atomojo Suryo mengatakan, pemberian kompensasi ini merupakan rangkaian dari seluruh pekerjaan LPSK dalam memfasilitasi para korban terorisme. 

Penyerahan kompensasi sudah dilakukan sejak Desember 2020 lalu yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. 

"Untuk periode ini sengaja kami melakukan di masing-masing provinsi dan kami serahkan bersama bapak-bapak dan ibu kepala daerahnya," kata Hasto.  ***