Renungan Jumat

Ajarkan Alquran pada Anak

Ajarkan Alquran pada Anak
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Alquran adalah petunjuk hidup bagi manusia. Alquran diturunkan oleh Allah sebagai Nur (cahaya), yang membedakan antara kebnaran dan kebatilan. Inilah pentingnya Alquran itu sebagai pedoman hidup. Olehnya mengembalikan ummat kepada pedoman hidupnya adalah sebuah keniscayaan. Tidak akan pernah jaya ummat ini jika mereka jauh dari Alquran.

Orang tua mempunyai kewajiban untuk membimbing dan membina anaknya. Sebagai mana yang disebutkan dalam Alquran disebutkan:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. 66 : 6).

Ayat tersebut adalah penegasan bahwa orang tua mempunyai kewajiban untuk membina, membimbing, dan mendidik anaknya, bukan hanya sukses didunia tapi yang lebih tinggi lagi adalah terjauh dari azab api neraka. Dengan cara mengajarkan Alquran pada anak. Apabila amanah ini dilaksanakan dengan baik, maka yang mendapat manfaatnya adalah orang tua, selain anak itu sendiri. Begitu berbahagianya seorang anak, manakala mendapat orang tua yang amanah, yang berusaha membimbingnya kearah yang benar. Namun begitu sengsaranya anak, manakala mempunyai orang tua yang tidak bertanggung jawab akan pembinaan anaknya, bahkan membiarkan anaknya dibina oleh lingkungan yang sedemikian ganas.

Dan kewajiban yang utama orang tua adalah mengajarkan Alquran pada anak -anak sejak dini, sebab Alquran merupakan pedoman hidup kaum muslimin. Dalam suatu riwayat disebutkan : “Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai nabi, mencintai keluarga nabi dan membaca Alquran” (HR. Thabrani).

Demikian pula dalam hadits yang lain disebutkan :

 “Hak anak atas orang tuanya ada tiga : memilihkan nama yang baik ketika baru lahir, mengajarkan Kitabullah (Alquran) ketika mulai berfikir dan menikahkannya ketika dia dewasa” (HR. Ahmad).

Begitu pula dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim “sebaik-baik manusia diantara kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya”

Keterangan Hadits diatas menunjukkan bahwa mengajarkan membaca Alquran adalah suatu keharusan bagi setiap orang tua terhadap anak-anaknya dan keharusan pula bagi setiap kaum muslimin. Begitu mudahnya Alquran diajarkan, sampai Allah menyebutkan sebanyak 4 kali tentang hal tersebut :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. 54 : 17, 22, 32, 40)

Pendidikan Alquran sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak sedini mungkin, karena pendidikan yang diberikan pada masa kecil pengaruhnya akan lebih kuat, tajam dan lebih membekas dari pada pendidikan yang diberikan setelah dewasa, seperti kata pepatah :

“Adalah berguna mendidik mendidik anak diwaktu kecil, dan terkadang berguna mendidik anak di waktu dewasa. Adalah mudah meluruskan ranting yang bengkok dan tidaklah mudah meluruskan jika telah menjadi batang”

Bagaimana dengan orang tua yang tidak mempunyai waktu untuk mengajar anaknya karena kesibukan atau karena ketidak tahuan untuk mengajar mengaji?. Alhamdulillah hampir semua masjid ada TKA-TPA nya dan semakin berkembang metode pengajaran Qur’an kepada anak-anak kaum muslimin. Tinggal kitalah orang tua yang memotivasi anak kita untuk belajar kesana. Manfaatkanlah dengan baik sarana tersebut, dukung dan kembangkan, sehingga anak-anak kita akan menjadi generasi yang terbaik disebabkan karena ber qur’an.

Kalaulah kita orang tua risau kalau anak kita tidak tahu bahasa inggris, akhirnya kita kursuskan mereka dengan biaya yang sangat mahal, maka harusnya sebagai orang tua harus lebih risau lagi kalau anak kita tidak tahu baca Al-Qur’an, tidak tahu pedoman hidupnya. Kenapa, karena manakala mereka jauh dari Al-Qur’an maka yang akan menjadi temannya adalah syaitan dan memperturutkan hawa nafsunya.

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌوَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

“Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk” (QS. 43:36-37)

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan” (QS. 19 :59)

Inilah pentingnya mengajari Al-Qur’an kepada anak-anak kita, dengan mengajarkan  Al Qur’an pada anak selain ia merupakan kewajiban, juga sebagai upaya untuk menangkal anak-anak kita berperilaku yang buruk dan menyimpang.***