Anggota DPRD Sebut Perlu Ada Program Menyentuh untuk Atasi Krisis Regenerasi Petani

Anggota DPRD Sebut Perlu Ada Program Menyentuh untuk Atasi Krisis Regenerasi Petani
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat (DPRD Jabar) Dadang Kurniawan mengutarakan jumlah petani muda di Jabar mengalami penurunan. Padahal, Jabar merupakan daerah lumbung pangan Nasional. (tribun news)

WJtoday, Bandung - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat (DPRD Jabar) Dadang Kurniawan mengutarakan jumlah petani muda di Jabar mengalami penurunan. Padahal, Jabar merupakan daerah lumbung pangan Nasional.

Kendati demikian, kata dia, perlu ada langkah-langkah strategis nyata yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menarik minat para anak muda untuk menjadi petani.

“Kita harus terus memotivasi anak muda, di sisi lain lagi yang paling utama harus ada kebijakan dari pemerintah agar ada jaminan yang kongkrit,” ujar Dadang, dikutip Jabar Ekspres, Jumat (22/7/2022).

Berdasarkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) Agustus 2020, proporsi petani Jabar paling banyak berada di kelompok umur 45-49 tahun sebanyak 36,30 persen.

Sedangkan petani berusia 30-44 tahun hanya 24,06 persen. Serta berdasarkan tingkat pendidikan, dari seluruh tenaga kerja di sektor pertanian setara SD ke bawah sebanyak 81,32 persen.

Dadung–sapaan akrab Dadang Kurniawan mengatakan, program yang selama ini ada dan diusung oleh Pemrov Jabar terkait dengan regenerasi petani muda ini belum sepenuhnya berjalan maksimal.

“Harus ada kebijakan dari Pemprov Jabar yang benar-benar jadi solusi atas persoalan krisis regenerasi petani muda ini. Program yang diusung Pemprov harus benar-benar menyentuh hal yang paling substansialnya,” tegasnya.

Tak hanya itu, politisi Partai Gerindra Persatuan itu pun mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menggenjot sektor pertanian dan perkebunan. Tujuannya, membangun ketahanan pangan sekaligus memulihkan perekonomian masyarakat.

Dadang Kurniawan berharap, seluruh BUMDes di Jawa Barat dapat memaksimalkan potensi dan berinovasi dari hasil pertanian dan perkebunan yang ada pada daerah mereka.

“Hal itu dapat memicu semangat, untuk terus produktif untuk menghasilkan produk yang baik. Terlebih pada saat ini, kedua sektor tersebut tahan terhadap dampak pandemi Covid-19,” sebut Dadang.

“Dari BUMDes-BUMDes ini dapat mengembangkan hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah mereka masing-masing yang sekiranya potensial dan memiliki nilai jual lebih,” tambahnya.

Selain itu kata Dadang, dengan mekanisme yang tepat dalam pengelolaannya di daerah, dapat membantu pemerintah dalam menekan jumlah pengangguran di daerah. Mengingat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat pada saat ini berjumlah sekitar 2,1 juta orang.  ***