backgroud
logo

Buletin

 

Sebut PKI Lebur ke PDIP, Ahmad Dhani: Saya Minta Maaf Kalau Ada Anggota PDIP Marah

Sebut PKI Lebur ke PDIP, Ahmad Dhani: Saya Minta Maaf Kalau Ada Anggota PDIP Marah

 
Sebut PKI Lebur ke PDIP, Ahmad Dhani: Saya Minta Maaf Kalau Ada Anggota PDIP Marah
Wasekjen Partai Gerindra, Ahmad Dhani. (Twitter)
WJtoday
Senin, 5 Oktober 2020 | 18:25 WIB
WJtoday, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Ahmad Dhani meminta maaf terkait ucapan sebelumnya yang mengatakan soal bahaya laten komunis dan sejarah peleburan PKI ke PDIP, yang menurutnya merupakan suara masyarakat. 

Ahmad Dhani meminta maaf jika ada anggota PDIP yang marah.

"Jadi saya minta maaf jika ada anggota PDIP yang marah. Karena saya hanya menyampaikan apa yang ada di benak masyarakat untuk menjadi koreksi bersama," kata Ahmad Dhani kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Ahmad Dhani kemudian menambahkan soal invisible hand terkait PKI. Ahmad Dhani menyoroti pelajaran sejarah hingga nobar film G30S/PKI.

"Masyarakat berhak menduga ada invisible hand yang mencoba menghilangkan pelajaran sejarah G30S/PKI, tidak adanya gairah untuk nobar film G30S/PKI," sebut Dhani.

Wasekjen Partai Gerindra, Ahmad Dhani sebelumnya berpesan untuk TNI yang tengah memperingati hari jadi ke-75. Ahmad Dhani meminta TNI fokus kepada bahaya laten komunis.

"Bahaya laten itu komunis (PKI) karena ada dalam TAP MPRS No 25 tahun 1966. HTI-FPI-DI TII tidak ada di dalam Tap MPR. Jadi fokus saja pada perintah TAP MPRS No 25 tahun 1966," kata Ahmad Dhani dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

Ahmad Dhani menegaskan tak ada HTI hingga DI-TII di tiga partai politik Indonesia terbesar saat ini. Menurut Dhani, orang yang teriak waspada HTI hingga DI-TII terkesan norak.

"Saya bisa pastikan tidak ada HTI-FPI-DI TII di Partai Gerindra, Golkar apalagi PDIP. Jadi 3 partai besar ini aman tersusupi dari 3 unsur tersebut. Malah jadi norak jika ada yang teriak-teriak waspada HTI-FPI Atau DI-TII (pesan kepada netizen) wong 3 partai ini yang menjadi penentu arah kebijakan negara," ucah Dhani.

"Apalagi kok takut sama PKS? Tidak rasional," imbuh dia.

Ahmad Dhani lalu bicara soal NEO PKI. Ahmad Dhani bicara soal sejarah PKI yang menurutnya melebur ke partai.

"Sebaliknya, mengapa masyarakat takut ada NEO PKI? Karena masyarakat tahunya PKI dulu melebur ke PDIP dan rakyat tahu PDIP memimpin koalisi Jokowi-Ma'ruf. Apalagi rakyat juga sudah tahu soal Pancasila mau diganti Trisila bahkan Ekasila," sebut Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani berpesan agar TNI fokus atas bahaya laten komunis. Dhani menyebut TAP MPRS 25/1996 harus diterapkan.

"Jadi pesan saya kepada TNI, fokus kepada bahaya laten komunis. Itu amanat TAP MPRS No 25 tahun 1966. TAP MPRS No 25 tahun 1966 jangan dibaca saja, tapi harus ada implementasi dari amanat TAP MPRS tersebut. Konkretnya apa saja, saya rasa pimpinan TNI lebih tahu," ucap Ahmad Dhani.

"Jadi jika ada yang mau teriak bahaya laten HTI-DI TII, perintahkan legislator buat TAP-nya dulu. Jangan asal nguap. Ingat, komplotan yang mau mengganti Pancasila dengan Trisila-Ekasila sudah di depan mata. Waspadalah, waspadalah!" sebut Dhani.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya