backgroud
logo

Ekspresi

 

Nikita Mirzani akan Kerahkan Jin Ifrit Lawan 1000 Pengacara Puan Maharani

Nikita Mirzani akan Kerahkan Jin Ifrit Lawan 1000 Pengacara Puan Maharani

 
Nikita Mirzani akan Kerahkan Jin Ifrit Lawan 1000 Pengacara Puan Maharani
Nikita Mirzani. (Twitter)
WJtoday
Sabtu, 10 Oktober 2020 | 18:40 WIB
WJtoday, Jakarta - Nikita Mirzani kembali berhasil menyita perhatian warganet lantaran unggahan di Instagram Story-nya. Rupanya Niki turut menyoroti video ketua DPR, Puan Maharani yang mematikan mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat saat rapat paripurna pengesahan UU Cipta Kerja.

Dia merasa apa yang dilakukan Puan tersebut kurang baik karena tidak memberikan ruang untuk orang lain menyampaikan pendapat. Kendati begitu, Niki pun menyinggung soal dasar negara.

"Kenapa ibu Puan Maharani matiin mikrofonnya? Kurang fair ketika orang sedang menyuarakan suaranya tapi tidak bisa didengar," tulis Nikita Mirzani di Insta Story, Rabu (7/10). 

"Negara ini dibangun atas dasar Pancasila. Masih inget nggak Pancasila dari satu sampai kelima," tambahnya.

Niki pun beranggapan kalau Puan Maharani sedang lupa dengan isi dalam Pancasila. Oleh karenanya, ia berkelakar akan mendatangkan Tante Lala yang viral untuk mengajari dasar negara di DPR. 

"Jangan sampai aku datangkan Tante Lala ke DPR nanti," terang Niki.

Seperti diketahui, Tante Lala sendiri merupakan sosok ibu yang beberapa waktu lalu viral di media sosial. Ia memperlihatkan ekspresi geram saat sang putra yang diajarkan Pancasila tidak bisa menyebutkan dengan lengkap lima sila tersebut.


Lebih lanjut, Niki juga menampilkan cuplikan video Puan Maharani saat mematikan tombol mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat. Niki pun memberikan tanda lingkaran merah di tangan putri dari mantan Presiden Indonesia itu.

"Ibu Puan ini lho suka jail aja jarinya," pungkas Niki.

Video Puan Maharani yang dibagikan Niki tersebut terjadi pada Senin (5/10). Hanya saja potongan video tersebut baru viral sehari setelahnya.

Nikita Mirzani Kini Terancam Akan Dilaporkan Ke Polisi Pasca Mengkritik Puan Maharani 

Kritikan Niki tersebut telah sampai ke telinga Gema Puan Maharani Nusantara (GMPN). GMPN menilai jika perempuan berusia 34 tahun itu terkesan mengajari Puan Maharani. Karena menurutnya, cucu Presiden Pertama Indonesia, Soekarno itu lebih paham soal dunia politik.

"Kalau mbak Puan trahnya jelas. Kakeknya Penggagas pancasila sangat paham betul itu pancasila," tutur Ketua DPP Bidang Hukum Dan HAM, Ali Nugroho pada Kamis (8/10). 

"Hati-hati loh Nik, ini bukan dunia entertaiment. Kalau diumpamakan sama aja, ikan diajarin berenang. Konyol namanya.”

Kendati begitu, Ali Nugroho atas nama GMPN meminta Niki untuk segera mencabut kritikannya itu. Ia bahkan memberikan batasan waktu untuk Niki meminta maaf. Karena jika hal ini tidak digubris, GMPN akan melayangkan laporan untuk Niki.

“GPMN akan kumpulkan 100 advokat-advokat dari Sabang sampai Merauke yang ada di 30 Provinsi," tambah Ali Nugroho. 

"Dalam waktu 1x24 jam bila Nikita tidak memohon maaf. Kami adukan ke dewan pers. Kami akan layangkan somasi. Berkomentar tidak esensi.”

Lebih lanjut, Ali Nugroho menyebutkan bahwa aksi Puan Maharani tersebut termasuk tata tertib persidangan DPR. Hanya saja banyak pihak yang mernilai aksi mematikan mikrofon itu terlalu berlebihan.

“Akrobatik politik itu namanya. Nikita kalau mau belajar politik jangan menyerang seseorang hanya berdasarkan bukti petunjuk," tambah Ali Nugroho. 

"Dalamin dulu, settingan apa? Nanti kejebak-jebak. Bukannya naik malah tenggelam."

Tak hanya itu, Niki juga disindir sedang ingin menjadi calon legislatif (caleg). 

"Kalau anda ngebet nyaleg, masih lama. Jangan buat sensasi. Kalau Nikita dengan sensasi bisa menang di legislatif 2024. Saya berani 'telanjang' ngitarin Monas," tutup Ali Nugroho.

Reaksi Nikita Mirzani Soal Ancaman Bakal Dilaporkan 100 Advokat Karena Kritik Puan Maharani

Nikita Mirzani ternyata enggan memenuhi imbauan pihak GMPN yang meminta dirinya minta maaf usai mengkritik Ketua DPR RI, Puan Maharani. 

Dia pun memberikan tanggapan lewat unggahannya di Instagram Story. Niki malah terlihat seolah malah menantang dan tak takut dirinya dipolisikan.

“Are You Ready? Terlalu banyak bacot, sudah 1 x 24 jam nih,” tulisnya singkat di Instagram Story, Jumat (9/10). 

Sayangnya hingga berita ini ditulis, belum ada kabar secara langsung dari Niki terkait apa yang akan ia lakukan soal ancaman dari GMPN tersebut.

Terancam Dilaporkan 100 Advokat, Nikita Mirzani Malah Siapkan 1000 Jin

Nikita Mirzani masih enggan untuk memenuhi imbauan pihak GMPN yang meminta dirinya minta maaf usai mengkritik Ketua DPR RI, Puan Maharani. 

Pihak GMPN memberikan batasan waktu pada Niki 1x24 jam untuk melaksanakan imbauan tersebut. Karena jika hal ini tidak digubris, GMPN akan melayangkan laporan untuk Niki dengan menggandeng 100 advokat.

Niki sempat memberikan reaksi terkait ancaman tersebut. Melalui unggahannya di Instagram Story, Niki seolah mempertanyakan bagaimana kelanjutan dari ancaman itu. 

Lebih lanjut, Niki kini malah terang-terangan mengaku berani menghadapi lebih dari 100 orang. Tak hanya itu, Niki juga mengklaim bahwa selama ini ia memiliki jin.


"Siapa yang suruh suruh gue minta maaf?!!!? Siapa ? Ha ?! Emang bacot gue ngomong apa,” ungkap Niki lewat Instagram Story. 

“Berarti udah tau dong ya kekuatan gue itu kayak gimana kalau gue harus terus terang sama 100 orang. Jangankan 100 orang, lebih dari itu gue berani. Sini kalau berani lawan gue satu-satu."

Dengan nada setengah berteriak, Dia pun siap mengerahkan 1000 jin untuk menghadapi musuhnya. 

“Tuh liat jin gue udah ready. Baru 1 ni yg gue liatin blm semua nya hahahaha hahah,” tulis Niki mengiringi unggahannya.

"Tuh lo lihat, gue udah punya jin iprit, ini baru satu, belum seribu ya. Kalau sampai seribu seribunya gue turunin buat ngelawan lo pada ya, pada beruntusan biji lo tau enggak!!!," tandas wanita yang juga akrab disapa Nyai itu.

Sayangnya kini Niki sudah menghapus video kemarahannya yang seakan menyerang pendukung Puan Maharani tersebut. 

Niki juga belum menjabarkan rencana apa yang akan ia lakukan bila pendukung Puan Maharani benar-benar melaporkannya.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya