backgroud
logo

Internasional

 

Belanda Akan Bayar Kompensasi Kepada Anak Korban Pembunuhan Era Kolonial di Indonesia

Belanda Akan Bayar Kompensasi Kepada Anak Korban Pembunuhan Era Kolonial di Indonesia

 
Belanda Akan Bayar Kompensasi Kepada Anak Korban Pembunuhan Era Kolonial di Indonesia
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maksima saat mengunjungi Jakarta. (WJtoday)
WJtoday
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:37 WIB
WJtoday.com - Pemerintah Belanda mengumumkan akan memberikan kompensasi kepada anak-anak dari korban eksekusi yang dilakukan oleh pasukan kolonial selama perang kemerdekaan Indonesia antara 1945 hingga 1950. 

Dikutip dari AFP, Kompensasi tersebut berupa uang sebesar 5.000 euro atau setara dengan Rp86 juta. 

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok dan Menteri Pertahanan Ank Bijlveveld, melalui sebuah surat yang dikirim ke parlemen pada Senin (19/10). 

Di dalam surat bersama tersebut, keduanya mengatakan tidak akan mengajukan banding atas putusan pengadilan pada Maret yang memerintahkan pemerintah untuk memberikan kompensasi kepada janda dan anak-anak dari 11 lelaki di Sulawesi Selatan yang meninggal oleh pasukan Belanda pada 1946 hingga 1947. 

"Anak-anak yang dapat membuktikan bahwa ayah mereka adalah korban eksekusi singkat seperti yang dijelaskan... berhak atas kompensasi," kata kedua menteri itu. 

Ada serangkaian syarat yang harus dipenuhi bagi anak-anak para korban yang ingin mendapatkan kompensasi. Termasuk bukti bahwa orangtua mereka memang telah dibunuh dalam eksekusi yang terdokumentasi dan bukti ayah melalui dokumen identitas. 

Saat ini, pengadilan Belanda tengah memproses beberapa kasus yang diajukan para kerabat korban perang lainnya yang meminta kompensasi atas kekejaman yang dilakukan oleh pasukan kolonial Belanda yang disebuat dengan Celebes. 

Sedikitnya, ada 860 orang tewas oleh regu tembak, yang sebagian besar terjadi antara Desember 1946 hingga April 1947 di Sulawesi. 

Pada 2013, pemerintah Belanda meminta maaf atas pembunuhan yang dilakukan oleh tentara kolonialnya dan mengumumkan kompensasi kepada para janda dari mereka yang meninggal. 

Awal tahun ini, ketika mengunjungi Indonesia, Raja Belanda Willem-Alexander juga meminta maaf atas kekerasan berlebih oleh kolonial.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya