backgroud
logo

Nasional

 

Kemenag Akan Pasok Materi Khotbah Jumat untuk Cegah Radikalisme

Kemenag Akan Pasok Materi Khotbah Jumat untuk Cegah Radikalisme

 
Kemenag Akan Pasok Materi Khotbah Jumat untuk Cegah Radikalisme
Ilustrasi khutbah Jumat. (sekolahnesia)
WJtoday
Selasa, 20 Oktober 2020 | 22:50 WIB
Wjtoday, Jakarta - Kementerian Agama, pada Selasa (20/10/2020) mengatakan akan memasok materi khotbah Jumat sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas para pemuka agama/khatib.

Kemenag mengaku  pasokan materi khotbah Jumat tersebut juga guna mengantisipasi ancaman radikalisme dan disintegrasi yang menggunakan isu-isu agama.

"Rumah ibadah merupakan pusat syiar moderasi beragama demi mewujudkan agama Islam yang damai dan mendukung stabilitas beragama serta bernegara. Namun terdapat fenomena khutbah Jumat yang berisi fatwa politik praktis serta materi-materi yang provokatif," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10).

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin juga mengatakan pada masa kini diperlukan materi khotbah yang berwawasan sesuai perkembangan zaman.

"Saat ini diperlukan materi khotbah Salat Jumat yang responsif dan relevan dengan perkembangan zaman," kata dia

Ia mengatakan selama ini Kemenag telah menyiapkan naskah-naskah khotbah Salat Jumat gratis, termasuk naskah yang isinya menyasar generasi milenial.

Bahan-bahan khotbah dapat diunduh melalui laman http://simbi.kemenag.go.id/. Laman tersebut bisa diakses secara gratis oleh masyarakat.

Menurut dia, Kemenag berupaya menjalankan program-program yang tujuannya untuk mempromosikan moderasi beragama.

Selain penyediaan materi khotbah, kata dia, Kemenag juga melakukan pembaruan buku-buku ajar, pembinaan penceramah berwawasan kebangsaan, pembentukan Pokja Moderasi Beragama serta penyusunan buku Moderasi Beragama.

Amin mengatakan program-program itu, termasuk penyediaan materi khotbah Jumat merupakan bagian dari meningkatkan intensitas penyelesaian konflik intraumat beragama melalui konten-konten yang menyejukkan dan berwawasan Islam moderat.***

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya