backgroud
logo

Inspirasi

 

Ajaran Islam Sungguh Indah; Hapuslah Dosa-dosamu dengan Berdoa Setelah Makan

Ajaran Islam Sungguh Indah; Hapuslah Dosa-dosamu dengan Berdoa Setelah Makan

 
Ajaran Islam Sungguh Indah; Hapuslah Dosa-dosamu dengan Berdoa Setelah Makan
Ajaran Islam Sungguh Indah; Hapuslah Dosa-dosamu, Berdoalah Setelah Makan . (wJtoday/yoga enggar)
WJtoday
Jumat, 23 Oktober 2020 | 09:39 WIB
WJtoday.com - Islam sungguh indah. Sampai-sampai ketika makanan tersajikan dan hendak disantap, Islam memiliki aturan di dalamnya. Ini semua dilakukan agar ada keberkahan ketika makan. Di antara adab sederhana yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika makan adalah membaca “bismillah”.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Islam itu Indah. Tidak hanya sebelum makan setelah kita makan, kita dianjurkan untuk tidak langsung beranjak dari tempat duduk melainkan berdoa setelah makan terlebih dahulu.

Dengan berdoa setelah makan, berarti kita telah mensyukuri nikmat Allah dan berserah diri kepada-Nya. Cara ini memperbesar kemungkinan makanan yang kita konsumsi menjadi berkah setelah di awal makan kita juga berdoa.

Di antara do’a yang shahih yang dapat diamalkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah do’a yang diajarkan dalam hadits berikut. Disebutkan dalam riwayat tersebut bahwa yang berdoa dengan doa itu, akan diampuni dosanya yang telah lewat.

Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَـٰذَا وَرَزَقَنِيْهِ، مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillaahil-ladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi, min ghoiri haulin minnii wa laa quwwah.

(Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan memberi rezeki kepadaku, tanpa daya dan kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.”

HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3: 439. Imam Tirmidzi, Ibnu Hajar dan ulama lainnya menghasankan hadits ini sebagaimana disetujui oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali dalam Bahjatun Nazhirin, 2: 50.

Islam adalah agama yang paling sempurna karena sudah memberikan arahan hidup mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semua hal sudah diatur dengan terperinci tanpa ada yang dianggap remeh, seperti soal makan ini.

Makan yang merupakan kebutuhan manusia ini bisa dinilai ibadah dan berpahala, apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan makan sesorang bisa bertahan hidup dan mendapat energi yang bisa digunakan untuk beriabadah dan beramal shalih.

Kalau makan diniatkan mencari ridha Allah ta’ala dan ditujukan untuk ibadah tentunya yang dimakan bukan barang haram.

Semua muamalah yang diniatkan untuk mencari ridha Allah Ta’ala, maka dinilai sebagai ibadah dan berpahala.

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya