backgroud
logo

Hukum dan Kriminal

 

Tomtom : Saya Korban Kebohongan Kadar Slamet dan Kaki Tangannya

Tomtom : Saya Korban Kebohongan Kadar Slamet dan Kaki Tangannya

 
Tomtom : Saya Korban Kebohongan Kadar Slamet dan Kaki Tangannya
Tomtom : Saya korban kebohongan Kadar Slamet dan kaki tangannya . (WJtoday/Yoga Enggar)
yoga enggar
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:41 WIB
WJtoday,Bandung - Terdakwa dalam kasus Pengadaan Lahan Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung,Tomtom Dabbul Qomar meminta hakim untuk membebaskan dirinya dari semua tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum KPK.

Pernyataan itu diungkapkan Tomtom saat menyapaikan pledoi pembelaan di Ruang Sidang 2 Gedung pengadilan Negeri Bandung,Jl.RE Martadinata,Jumat Sore (23/10/2020).

Menurut Tomtom, seluruh keterlibatan dirinya berasal dari keterangan Kadar Slamet. Kebohongan itu dibangun sedemikian rupa dikuatkan oleh keterangan dan kesaksian yang dibuat oleh saudara dan kaki tangan Kadar Slamet.

"Sungguh saya terkejut dan kaget ketika Jaksa Penuntut Umum (Penuntut Umum KPK) menempatkan saya sebagai pelaku utama dalam perkara ini." ungkap Mantan Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi Demokrat ini.

Menurutnya,Kadar Slamet-lah biang kerok atau otak dari pelaku dari seluruh peritiwa kasus pengadaan lahan ini.

Fakta persidangan menunjukkan,Kadar Slamet-lah  yang berinisiatif mencari modal dan bekerjasama dengan Hermawan,selaku PPTK. Kadar juga mengetahui nilai anggaran dan lokasi pembebasan dari kerjasamanya dengan Hermawan yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 dan 2011. 

"Menjerit hati saya ketika mendengar seluruh fitnah dan tuduhan itu dialamatkan kepada saya oleh Kadar Slamet beserta seluruh kaki tangannya, tapi saya bingung dan tidak tahu bagaimana saya harus menyangkal semua itu. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini, yang semakin mempersempit kesempatan saya untuk membuktikan kebohongan dan fitnah keji tersebut dalam pembelaan," katanya.

Pada bagian lain dalam Nota Pembelaannya, Tomtom mengatakan, keterlibatan dirinya dalam perkara ini hanyalah karena membantu Edi Siswadi dalam memuluskan pengalokasian anggaran hasil evaluasi Gubernur melalui memo saya tahun 2012. 

" Tanpa terlintas sedikitpun ada niat  menitipkan kepentingan dalam anggaran tersebut," papar Tomtom.

Kuasa Hukum Tomtom Dabbul,Tejo Somantri (kiri) saat menyampaikan nota pembelaan,Jumat (24/10/2020)


Dalam kesempatan yang sama Kuasa Hukum Tomtom Tarjo Somantri mengungkapkan,sidang perkara yang menjerat kliennya dipenuhi oleh keterangan dan bukti yang tidak benar.

Penuntut Umum KPK disebutnya telah memaksakan kehendaknya menuntut kliennya sesuai tuntutan yang telah disampaikan. Padahal kesaksian para saksi, meskipun di bawah sumpah, hanya berpegang pada keyakinan dan tidak terbuktinya fakta - fakta dalam persidangan.

"Persidangan penuh dengan intrik yang telah direkayasa, Majelis Hakim lebih tahu siapa pembohong ulung tersebut," tuturnya.

Menanggapi pledoi dan nota pembelaan tersebut,Jaksa Penuntut Umum KPK tetap berpegang pada tuntutannya.Jaksa menilai apa yang menjadi tuntutannya telah didukung oleh keterangan dan bukti bukti yang berkesesuaian.

" Kami sudah memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan bantahan atas keterangan saksi saksi.Namun saat itu tidak ada bantahan dari terdakwa," ujar Budi Nugraha,jaksa penuntut umum KPK.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut terdakwa Tomtom Dabbul Qomar penjara 6 tahun, Pidana Denda Rp 150 juta dan Uang Pengganti Rp 7,1 miliar.

Sidang korupsi dengan nilai Kerugian Negara sebesar lebih dari Rp 69 miliar itu akan dilanjutkan pada hari Senin, tanggal 26 Oktober 2020 dengan agenda Putusan oleh Majelis Hakim. ***

oga / Wan

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya