backgroud
logo

Pendidikan

 

Guru dan Siswa Mulai Jenuh PJJ, FAGI Minta Gubernur Jabar Buka Belajar Tatap Muka

Guru dan Siswa Mulai Jenuh PJJ, FAGI Minta Gubernur Jabar Buka Belajar Tatap Muka

 
Guru dan Siswa Mulai Jenuh PJJ, FAGI Minta Gubernur Jabar  Buka Belajar Tatap Muka
Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jabar, Iwan Hermawan . (ist)
WJtoday
Kamis, 12 November 2020 | 20:11 WIB
WJtoday, Bandung - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) digelar sejak bulan Maret hingga kini, kurang lebih sudah berjalan sekitar 8 bulan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung adanya PJJ ini mulai dari subsidi pulsa hingga pelatihan kepada guru untuk menyelenggarakan kegiatan PJJ yang menarik dan efektif.

Kenyataan yang terjadi sekarang  Guru dan siswa mulai jenuh dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang tengah dilakukan selama pandemi Covid-19.

Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jabar Iwan Hermawan mendorong gubernur, bupati dan wali kota agar menggelar pendidikan dengan metode tatap muka secara bertahap di sekolah tingkat menengah atas atau pendidikan menengah kejuruan pada tahun ajaran baru di bulan Januari.

Dirinya menyarankan, agar belajar tatap muka tetap dilaksanakan  tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

"Saya berharap untuk kota dan kabupaten di Jabar mulai untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara gradual, artinya tidak perlu sekaligus masuk tapi cukup beberapa siswa misalkan berapa persen satu kelas sudah bisa masuk dan bertahap 10, 11, dan 12 untuk SMA gitu," kata dia ketika ditemui di Kantor Ombudsman Jabar, Kamis (12/11).

Iwan pun menambahkan, pendidikan tatap muka mesti digelar karena belakangan ini murid dan guru sudah jenuh untuk menjalani proses belajar dengan metode jarak jauh atau daring.

"Saya melihat pendidikan daring malah menghasilkan kualitas pendidikan yang rendah. Kenapa ini perlu dilakukan? Karena sudah masuk titik jenuh bagi para siswa dan guru dalam proses PJJ ini," paparnya.

Diakui Iwan, jika anak yang pintar dan rajin tetap akan bisa mengikuti, tapi anak yang tidak rajin dan tidak pintar makin tidak pintar dan makin tidak rajin.

"Saya melihat ini ada korelasi persoalan ini di lapangan," terangnya.

Dengan begitu, Iwan berharap pendidikan tatap muka dapat segera digelar di Jabar khususunya di wilayah yang zonanya dinilai terkendali.

Adapun data pekan ini, ada tiga wilayah yang berstatus zona merah corona dan tujuh wilayah yang menurun dari zona risiko sedang ke zona risiko tinggi.

"Kita berharap Pak Gubernur, Bupati dan Wali Kota mempertimbangkan untuk masuk terbatas untuk siswa SMA-SMK di Jabar. Khususnya di wilayah yang zona hijau. Tapi tetap jumlahnya dibatasi lah," pungkasnya.***

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya