backgroud
logo

Gaya Hidup

 

Pengguna Sepeda Meningkat 10 Kali Lipat saat Pandemi

Pengguna Sepeda Meningkat 10 Kali Lipat saat Pandemi

 
Pengguna Sepeda Meningkat 10 Kali Lipat saat Pandemi
ilustrasi. (Liputan6.com)
WJtoday
Rabu, 18 November 2020 | 13:06 WIB
WJtoday, Jakarta - Di era pandemi Covid-19 ini dengan adaptasi baru, sebagian besar masyarakat lebih memilih olahraga di luar ruangan, salah satunya adalah bersepeda. 

Namun dalam bersepeda harus meningkatkan keselamatan berkendara. Jika tidak dipatuhi, bersepeda dapat menjadi sumber permasalahan di kalangan masyarakat. 

Untuk itu, Kementerian Perhubungan pada 22 Agustus telah mengundangkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Pengaturan keselamatan bagi pesepeda di jalan bukanlah merupakan hal yang baru, karena hal tersebut juga telah di atur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkuan Jalan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya Pasal 11. 

Adapun materi muatan yang diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan, terbagi menjadi dua substansi, yaitu persyaratan keselamatan pesepeda, dan fasilitas parkir umum bagi pesepeda.

Direktur Sarana Transportasi Jalan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Pandu Yunianto menjelaskan, penggunaan sepeda di era pandemi saat ini sangat meningkat pesat. 

“Yang mengejutkan di Indonesia ini, peningkatannya sangat luar biasa. Hampir 10 kali lipat dibandingkan sebelum masa pandemi,” kata Pandu dalam Webinar, Selasa (17/11/2020).

Tidak hanya itu, tren pencarian kata sepeda juga meningkat di dunia maya. Hal itu berdasarkan data Google pencarian yang menyebutkan kata kunci sepeda sangat meningkat. 

Namun demikian Pandu mengatakan juga, masih banyak pelanggaran pesepeda di jalanan. 

“Lajur khusus sepeda yang sudah disediakan kadang-kadang tidak digunakan dengan benar dan cara-cara berlalu lintas pun masih ditemukan penggunaan sepeda yang berjajar lebih dari dua baris bahkan terjadi kerumunan sepeda,” ujar Pandu.

Pandu juga menyampaikan tujuan pengaturan ini untuk mewujudkan tertib lalu lintas dan terjaminnya keselamatan penggunaan sepeda di jalanan. Tidak hanya itu ada persyaratan teknis sepeda.

“Di mana persyaratan sepeda itu ada dua hal, kalau sepeda yang digunakan untuk keperluan umum seperti ke sekolah, ke pasar, dan ke kantor ada beberapa hal yang harus di penuhi, salah satunya adalah bel. Sedangkan sepeda yang digunakan untuk balap atau sepeda gunung tidak diwajibkan adanya spark board,” paparnya.

Sementara di dalam bersepeda sendiri, terdapat tata acara bersepeda yang baik, dengan beberapa ketentuan dan beberapa larangan dan Pandu mengimbau agar pengguna sepeda dapat memahami ketentuan dalam bersepeda.  

Adapun ketentuan dalam bersepeda, yaitu:

1. Menggunakan alat pelindung diri berupa helm. 
2. Kemudian pada kondisi malam hari, pesepeda menggunakan pakaian atau atribut yang dapat memantulkan cahaya, 
3. Apabila tersedia, gunakan jalur khusus bagi pesepda
4. Menggunakan alas kaki,
5. Memahami tata acara berlalu lintas bersepeda yang baik.  ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya