backgroud
logo

Buletin

 

Ada Aksi Penolakan Kedatangan HRS ke Banten, Laskar Pendekar Minta Maaf Kepada HRS

Ada Aksi Penolakan Kedatangan HRS ke Banten, Laskar Pendekar Minta Maaf Kepada HRS

 
Ada Aksi Penolakan Kedatangan HRS ke Banten, Laskar Pendekar Minta Maaf Kepada HRS
Anshor dan Banser NU Tolak Habib Rizieq Datang ke Banten. (Twitter)
WJtoday
Sabtu, 21 November 2020 | 10:49 WIB
WJtoday, Banten - Sejumlah ormas di Banten pada Jumat (20/11/2020) ramai-ramai menggelar aksi di alun-alun Kota Serang menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Provinsi Banten.

Massa aksi yang mengaku berasal dari Ansor, Banser, Lapbas dan Peguron Jalak Banten menyampaikan keresahannya terhadap sosok Habib Rizieq.

"Kami dari Banten siap menolak Rizieq Shihab yang telah membuat resah di wilayah Banten. Kami tidak ingin dengan ujaran kebencian terhadap ulama, TNI, Polri dan pemerintah," kata perwakilan massa aksi, Siti Komariha.

"Kami merasa bertanggungjawab menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia," imbuhnya.


Namun tak berselang lama usai aksi itu, sebuah video tersebar hingga viral. Dalam video itu, sekelompok pria yang mengaku berasal dari ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) menyampaikan klarifikasi terkait aksi deklarasi penolakan Habib Rizieq Shihab di Banten.

Dalam video berdurasi 1 menit 27 detik itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lapbas menyampaikan klarifikasinya serta menyampaikan permintaan maaf atas aksi penolakan kedatangan Habib Rizieq tersebut.

"Saya atas nama pribadi, Haji Sunjana selaku Sekjen DPP Lapbas dan disamping kanan saya Ketua DPD Lapbas Provinsi Banten Bapak Agus dan disamping kiri saya Sekjen DPD Lapbas Banten Bapak Amar mengucapkan permohonan maaf kepada Habib Rizieq dan para ulama, para kiyai yang ada di Provinsi Banten, umumnya di Indonesia," ucap pria dalam video yang diterima awak media, Jumat (20/11/2020) malam.

Bahkan dalam video itu, pria yang mengaku Ketua DPP Lapbas, H Sunjana mengaku jika pihaknya tidak mengetahui terkait aksi deklarasi penolakan kedatangan Habib Rizieq Shihab ke wilayah Provinsi Banten.

"Sekaligus kami memberitahukan bahwa aksi yang tadi dilakukan, kami tidak tahu sama sekali," lanjutnya.

Bahkan dengan tegas, pria itu pun mengaku jika pihaknya siap bersinergi dan menyambut kedatangan pentolan FPI itu ke tanah jawara.

"Kami akan bersinergi dengan rombongan Habib Rizieq untuk kedatangan di wilayaj Banten. Dan kami siap membela para ulama dan para habib yang ada di wilayah Banten, termasuk Habib Rizieq untuk hadir di Banten. Kami akan sambut dengan gembira, dengan catatan sesuai protokol kesehatan dan jaga kondusifitas Banten," ujarnya lagi.


Anshor dan Banser NU Tolak Habib Rizieq Datang ke Banten

Sebelumnya, Organisasi sayap NU, Anshor dan Banser tolak Habib Rizieq Shihab datang ke Banten. Mereka berdemo di Alun-alun Barat Kota Serangm Jumat (20/11/2020).

Jumlah yang berdemo sampai ratusan otang. Selain Banser dan Anshor, Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) dan Peguron Jalak Banten juga berdemo.


Namun, saat sedang menggelar orasinya. Tiba-tiba dua orang melakukan pembakaran ban bekas dan spanduk.

Pendemo pun sempat marah terhadap para pelaku pembakaran. Kedua pelaku sempat melarikan diri dengan melompati pagar Alun-alun setinggi 1 meter.

Kedua pelaku berhasil ditangkap petugas yang berjaga di sekitaran lokasi. Beruntung, dua orang pelaku tidak menjadi bulan-bulanan massa aksi karena langsung dibawa ke Mapolres Serang Kota untuk diamankan.

"Tadi ada orang yang sengaja masuk, kemudian membakar spanduk dan ban bekas. Sehingga mengganggu konsentrasi yang menyampaikan aspirasi. Maka kita amankan agar tidak mengganggu yang lain. Alhamdulillah masyarakat tidak terprovokasi," ucap Kabag Ops Polres Serang Kota, AKP Yudha Hermawan kepada awak media usai aksi, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, saat ini pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kedua pelaku untuk mengetahui motif dan tujuannya tersebut. Sebab ditegaskan, jika kedua pelaku bukan bagian dari massa aksi yang menggelar deklarasi damai penolakan HRS.

"Kita masih lakukan penyelidikan, supaya jelas, tidak ada persepsi lain, tidak ada tendensi lain atau tidak ada maksud yang lain. Dan pelaku ini bukan bagian dari massa aksi. Karena yang aksi itu atributnya jelas, pakaiannya jelas," terang Yudha.

Sementara itu, perwakilan massa aksi, Siti Komariha mengatakan aksi deklarasi yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk penolakan terkait rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab di Banten. Sebab menurutnya, hal itu akan membuat keresahan bagi masyarakat Banten.

"Kami dari Banten bersiap menolak Rizieq Shihab yang telah membuat resah di wilayah Banten. Kami tidak ingin dengar ujaran kebencian terhadap ulama, TNI, Polri dan pemerintah," ungkap Siti.

"Kami merasa bertanggungjawab menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia," tutupnya.***


WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya