backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

Syahrir: tak Cuma Sodorkan Sumbangan, Masyarakat Harus Beri Masukan saat Reses

Syahrir: tak Cuma Sodorkan Sumbangan, Masyarakat Harus Beri Masukan saat Reses

 
Syahrir: tak Cuma Sodorkan Sumbangan, Masyarakat Harus Beri Masukan saat Reses
Anggota DPRD Jawa Barat Syahris saat melakukan reses di dapilnya beberapa waktu lalu. (pam/WJtoday)
WJtoday
Sabtu, 21 November 2020 | 17:49 WIB
WJtoday, Bandung - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Syahrir mengutarakan masyarakat harus faham betapa kuat legitimasi hasil reses. 

Syahrit menjelaskan dalam tata tertib DPRD setiap pelaksanaan reses anggora DPRD wajib membuat laporan tertulis.

"Laporan tersebut, harus disampaikan pada pimpinan paling lambat 14 hari kerja  setelah reses." kata Syahrir dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (21/11/2020).

Ditambahkannya, laporan tersebut dikoordinasikan dengan fraksi masing-masing, dan hasil dari koordinasi dengan fraksi-fraksi disampaikan kepada pimpinan DPRD dalam rapat paripurna. 

"Hasil rapat paripurna tersebut dituangkan dalam bentuk keputusan DPRD." ujarnya.

Jadi sekiranya masyarakat faham begitu kuatnya hasil reses, Syahrir yakin, masyarakat akan memberikan masukan-masukan, usulan-usulan program yang solutif.

"Bukan sekedar menyodorkan daftar permintaan sumbangan pribadi ke anggota DPRD, melainkan daftar program yang menjadi “proyek besar” untuk  pembangunan manusia seutuhnya atau pembangunan infra struktur untuk kesejahteraan rakyat. Pun sebuah regulasi (Perda) bisa lahir dari agenda reses" papar legislator dari Partai Gerindra ini. 

Ditambahkannya, opini masyarakat terhadap pelaksanaan reses memang beragam. Ada yang beranggapan reses merupakan ajang kempanye terselubung yang dilakukan anggota dewan untuk memperoleh simpati dan dukungan.

"Bahkan ada opini reses dilakukan untuk pencitraan diri agar terlihat dan terkesan baik dimata masyarakat." sebutnya.

Tetapi, ia melanjutkan, sebagian besar masyarakat yang berpikiran positif mengganggap reses sebagai ajang mengenal wakil mereka di pemerintahan khususnya di legislatif. 

"Masyarakat juga beranggapan reses merupakan cara yang paling efektif menyampaikan atau menyalurkan aspirasi mereka agar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah dengan persetujuan anggota dewan." tutur Syahrir.

Namun Syahrir tak menampik, di sisi lain, ada keluhan dan kekhawatiran dari para anggota dewan pada saat reses yaitu dimintai “sumbangan tunai” oleh masyarakat. Tentu saja mis-komunikasi di antara kedua pihak yang harus dicarikan solusinya.

"Pemilih adalah konstituen, konstituen itu adalah masyarakat. Mereka yang punya hak suara saat pemilu kemarin, mereka yang mempercayakan suaranya pada wakil rakyatnya,  maka wakil rakyat wajib memperjuangkan hak-hak masyarakat.: paparnya. 

Syahri menegaskan, masyarakat juga harus paham agenda-agenda perjuangan anggota dewan sebagai wakil rakyat adalah agenda-agenda perbaikan kualitas kehidupan kolektif masyarakat, bukan individual atau untuk kepentingan temporer saja.

"Jika pemahaman kedua pihak ini bertemu, maka agenda reses akan menjadi agenda yang nyaman bagi kedua belah pihak. "  pungkasnya.  ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya