backgroud
logo

Daerah Jabar

 

Polda Jabar Tegaskan Acara Rizieq Shihab di Cianjur Tidak Akan Diizinkan

Polda Jabar Tegaskan Acara Rizieq Shihab di Cianjur Tidak Akan Diizinkan

 
Polda Jabar Tegaskan Acara Rizieq Shihab di Cianjur Tidak Akan Diizinkan
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago. (WJtoday)
WJtoday
Sabtu, 21 November 2020 | 15:32 WIB
WJtoday, Bandung - Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab berencana menggelar acara di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Desember mendatang. Menanggapi rencana tersebut, Polda Jabar menegaskan tidak akan mengeluarkan izin.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, menjelaskan jika Rizieq Shihab bersikukuh, maka kami tidak akan mengeluarkan izin.

"Sudah dipastikan dengan tegas tidak adanya kerumunan massa, dipastikan polres cianjur tidak akan mengizinkan karena ini situasi masih pandemi," jelasnya, Sabtu (21/11).

Kabid Humas menjelaskan, sekali lagi tegas dari polres cianjur tidak akan mengizinkan.

"Seperti kejadian di Bogor tidak ada izin, Rizieq memaksa, dan jika terjadi di cianjur juga, kami akan melakukan langkah antisipasi," tegasnya.

Erdi Adrimulan Chaniago mengimbau, agar masyarakat pada saat itu pun diupayakan tidak terjadi kerumunan masa.

"Jadi soal kerumunan massa ini, berlaku di seluruh jawa barat dilarang ada kerumunan massa," paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tidak akan mengeluarkan izin untuk acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, termasuk rencana kedatangan Rizieq Shihab ke daerah itu untuk menggelar silaturahmi dengan ulama sambil menggelar tabllig akbar.

Pjs Bupati Cianjur Dudi Sudrajat Abdurachim di Cianjur, Kamis mengatakan Pemkab Cianjur tidak akan mengeluarkan izin untuk setiap agenda yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa karena saat ini status Cianjur rawan terjadi penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19.

"Saat ini, satgas berusaha untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang meningkat sejak satu bulan terakhir, kalau ada yang mengajukan izin yang menghadirkan orang banyak, tentunya tidak akan diizinkan, apalagi massa yang hadir akan lebih dari jumlah yang dilaporkan," kata Dudi.

Jika pihak penyelenggara tetap menggelar acara tanpa izin, ucap dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menertibkan dan membubarkan kegiatan tersebut.


FPI Bersikeras Akan Tetap Gelar Tablig Akbar Habib Rizieq, Meski Dilarang Pemkab Cianjur

FPI tetap akan menggelar silaturahmi dan tabligh akbar yang rencananya dihadiri Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sekadar diketahui, Pemkab Cianjur tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan tersebut.

Ketua FPI Cianjur, Habib Hud Alaydrus mengatakan dalam kegiatan tablig akbar tidak diperlukan izin dari pemerintah. Penyelenggara sekadar menyampaikan pemberitahuan. Sehingga, kata dia, tanpa izin pun kegiatan tetap bisa digelar.

"Itu hak pemda tak mengeluarkan izin, mungkin dengan pertimbangan kondisi pandemi. Tapi tablig akbar sifatnya hanya pemberitahuan, bukan izin. Makanya kita akan tetap gelar kegiatannya," ujar Habib Hud, Kamis (19/11/2020).

Menurut Hud, pemerintah seharusnya bukan melarang, melainkan bisa memfasilitasi agar tempatnya bisa luas sehingga protokol kesehatan, seperti jaga jarak, bisa diterapkan secara maksimal. 

"Seharusnya pemerintah berfikir jernih. Bukan dengan tidak mengeluarkan izin tapi dengan memfasilitasi tempat, supaya tempatnya luas dan bisa jaga jarak," tuturnya.

Jika memang dilarang, ia mengaku bisa menyiasati dengan berbagai hal. 

"Kalau mau akal-akalan, tinggal sebut saja agenda di Cianjur salat berjamaah bersama Habib Rizieq. Siapa yang bisa melarang? Tapi kita kan tidak mau seperti itu, kita tetap ikut aturan. Makanya kita akan tetap berkoordinasi baiknya seperti apa," ucapnya.

"Tetapi untuk kegiatan, Insyaallah tetap digelar," kata Hud menegaskan.

Imam Besar FPI, Habib Rizieq dikabarkan bakal ke Cianjur untuk bersilaturahmi dengan para ulama dan menggelar tablig akbar. Namun, Pemkab Cianjur tidak akan mengeluarkan izin untuk setiap agenda yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya