backgroud
logo

Trensosial

 

Wanita Berbaju Kotak-kotak yang Turut Naik Panser Bersama TNI adalah Seorang Wartawan

Wanita Berbaju Kotak-kotak yang Turut Naik Panser Bersama TNI adalah Seorang Wartawan

 
Wanita Berbaju Kotak-kotak yang Turut Naik Panser Bersama TNI adalah Seorang Wartawan
Aksi TNI Copot Baliho di Petamburan. (Twitter)
WJtoday
Minggu, 22 November 2020 | 10:12 WIB
WJtoday, Jakarta - Pejabat Sementara Kepala Penerangan Kodam (Pjs Kapendam) Jaya, Kolonel (Inf) Refki Efriandana Edwar mengatakan video yang viral di media sosial terkait penumpang perempuan memakai baju kotak-kotak adalah warga sipil yang turut naik panser. 

Dia menduga jika penumpang itu adalah jurnalis. Pasalnya, memang ada jurnalis yang diajak TNI untuk meliput pencopotan spanduk atau baliho.

“Bukankah itu rekan media yang ikut meliput aktivitas kita?” kata Refki.

Hanya saja, dari video viral tersebut, terlihat perempuan itu tidak membawa peralatan seperti jurnalis pada umumnya.

Menurut Refki, penumpang perempuan itu memang dari media yang berangkat meliput bersama TNI untuk menurunkan spanduk, yang sengaja menumpang di panser.

Lebih lanjut rifki mengatakan, Tujuan perempuan itu menumpang agar proses peliputan berjalan aman tanpa gangguan.

“Tidak salah kan Mas, jika untuk alasan keamanan (ikut rombongan naik panser?” ucap Refki.

Sebelumnya, Banyak yang curiga dan mempertanyakan mengapa warga sipil bisa naik panser yang ingin menurunkan spanduk dan baliho HRS. Warganet juga mempertanyakan mengapa orang itu bisa bersama pasukan militer.

Hingga dugaan soal keterkaitan dengan Ahokerpun mencuat, hal itu lantaran baju kotak-kotak yang digunakan mirip dengan baju khas pendukung Ahok ketika Pilkada DKI beberapa tahun lalu.


Salah satu akun netizen @IrutPagut menyebut, penumpang perempuan itu adalah Editor dari media Detik.com yang juga disebutnya sebagai Ahoker sejati.

“Wanita di atas Panser ini ternyata bernama Odilia Winneke editor dari media Detik.com Odilia Winneke adalah Ahoker sejati.” Cuit akun tersebut

Namun, hingga berita ini diterbitkan kami belum dapat memastikan kebenaran kicauan akun tersebut.

Sebelumnya, Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang juga Komandan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) kerahkan Personel Kogartap 1/Jakarta yang terdiri tiga matra TNI untuk mencopot semua spanduk dan baliho bergambar Front Pembela Islam (FPI) dan imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jakarta, pada Jumat (20/11).

Semua titik spanduk dan baliho bergambar pendiri FPI tersebut yang berada di semua jalan protokol wajib diturunkan, termasuk di kawasan markas FPI di Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya