backgroud
logo

Gaya Hidup

 

Saffron Rempah Termahal, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan

Saffron Rempah Termahal, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan

 
Saffron Rempah Termahal, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan
Saffron Rempah Termahal di Dunia, dan Manfaatnya bagi Kesehatan Menurut Penelitian. (variety.com)
WJtoday
Senin, 14 Desember 2020 | 12:17 WIB
WestJavaToday, Bandung -  Safron atau saffron adalah rempah dengan aroma kuat dan kaya akan antioksidan. Rempah sepupu bunga bakung ini berasal dari putik bunga Crocus sativus. 

Dalam dua tahun terakhir, nama saffron mendadak naik daun. Rempah termahal di dunia itu dipercaya memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan. Harganya yang mahal bahkan tak membuat orang-orang urung memburunya. Saffron menjadi salah satu suplemen yang cukup banyak dicari saat ini.

Rempah saffron dikenal dengan harganya yang mahal karena proses memanennya yang cukup sulit. Para petani harus memanen lembaran halus mirip benang dari setiap bunga tanaman dengan tangan. 

Mereka lantas perlu memanaskan dan memproses hasil panenan agar cita rasa saffron keluar. Dengan proses yang cukup rumit tersebut, saffron menjadi salah satu rempah paling mahal di dunia. Mengutip Healthline, harga rempah di pasaran dunia bisa mencapai 5.000 dollar AS per 450 gram.

Bagi sebagian orang, menurunkan berat badan jadi persoalan rumit. Minum saffron untuk diet disebut-sebut bisa membantu proses penurunan berat badan. Selain itu, manfaat saffron untuk kesehatan ternyata cukup beragam. Berikut beberapa di antaranya:


1. Melawan radikal bebas biang penyakit kronis
Sejumlah studi menyebutkan, saffron memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Beberapa jenis antioksidan dalam saffron di antaranya crocin, picrocrocin, safranal, senyawa kaempferol, dan crocetin. 

Antioksidan dapat membantu melawan stres oksidatif dan radikal bebas dalam tubuh. Seperti diketahui, stres oksidatif dan radikal bebas menjadi biang masalah kesehatan, seperti kanker dan penyakit jantung.

2. Mencegah gangguan sistem syaraf
Antioksidan dalam safron dapat berperan dalam melindungi tubuh dari gangguan pada sistem saraf. Penelitian pada 2015 mencatat, senyawa crocin dalam saffron dapat mengurangi peradangan dan kerusakan oksidatif di otak. 

Studi lain yang dipublikasikan di jurnal Antioxidants mencatat, saffron dapat meringankan gejala alzheimer karena bisa menambah daya ingat sekaligus mengatasi peradangan di otak. Dari hasil studi, penderita alzheimer ringan hingga sedang yang menggunakan saffron selama 22 minggu memiliki peningkatan kognitif seperti penderita yang mengonsumsi obat donepezil. 

Kendati demikian, penelitian tersebut baru tahap awal dan membutuhkan uji klinis untuk mendukung penggunaan saffron sebagai obat alternatif gangguan sistem saraf.

3. Untuk kesehatan mental: meningkatkan suasana hati 
Selain untuk kesehatan fisik, saffron juga disebut memiliki manfaat potensial bagi kesehatan mental. Saffron dapat membantu meningkatkan suasana hati yang berguna untuk menunjang pengobatan penderita depresi. 

Studi di Journal of Behavioral and Brain Science menyebut, ekstrak safron dapat meningkatkan kadar dopamin di otak tanpa mengubah kadar hormon otak lainnya, seperti serotonin. Penelitian lain menunjukkan, mengonsumsi 30 miligram safron setiap hari efeknya sama dengan minum obat depresi ringan hingga sedang, seperti imipramine dan fluoxetine. 

Kendati demikian, penggunaan saffron untuk terapi pelengkap meningkatkan suasana hati bagi penderita depresi perlu berkonsultasi dengan dokter.


4. Meningkatkan libido
Safron juga disebut dapat meningkatkan gairah seks dan fungsi seksual pada pria dan wanita. Menurut ahli, saffron memiliki efek positif untuk mengatasi disfungsi ereksi dan masalah dorongan seks secara keseluruhan. Studi lain juga membuktikan, saffron bermanfaat bagi wanita yang mengalami disfungsi seksual karena efek samping obat antidepresan.

5. Mengurangi sindrom pramenstruasi
Bagi wanita, saffron bermanfaat untuk mengurangi gejala sindrom pramenstruasi. Menurut tinjauan ahli, wanita berusia antara 20 sampai 45 tahun yang mengonsumsi 30 miligram safron setiap hari gejala sindrom pramenstruasinya lebih ringan. 

Selain itu, wanita yang hanya mencium aroma saffron selama 20 menit memiliki kadar hormon stres kortisol lebih rendah. Hal itu juga bisa mengurangi rasa tidak nyaman menjelang haid.

6. Bantu turunkan berat badan
Sejumlah penelitian membuktikan, saffron dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah nafsu makan berlebihan. Studi di Journal of Cardiovascular and Thoracic Research mengungkapkan, minum ekstrak saffron dapat membantu mengontrol berat badan penderita jantung koroner. 

Setelah minum ekstrak saffron, indeks massa tubuh, massa lemak total, dan lingkar pinggang penderita jantung koroner terbukti berkurang. Orang yang mengonsumsi suplemen saffron juga memiliki nafsu makan tidak berlebihan. 

Cara memetik manfaat saffron cukup praktis. Anda bisa menambahkan saffron ke dalam hidangan gurih sehari-hari seperti pasta atau hidangan dengan lauk nasi.

Sedangkan cara minum saffron juga cukup mudah. Anda tinggal menyeduh saffron dalam air panas. Hindari merendamnya dengan air mendidih.  ***
(Sumber: Healthline)

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya