backgroud
logo

Pendidikan

 

Baru Dilantik, Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Asep Agus Handaka Dipecat

Baru Dilantik, Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Asep Agus Handaka Dipecat

 
Baru Dilantik, Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Asep Agus Handaka Dipecat
Pelantikan Dekan dan Wakil Dekan pada 2 Januari 2021 lalu. (Unpad)
WJtoday
Senin, 4 Januari 2021 | 09:07 WIB
WJtoday, Bandung - Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui siaran pers bernomor 11/UN6.4.1.3/TU/2021, pada Senin (4/1), menegaskan telah memberhentikan Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr. Asep Agus Handaka Suryana, S.Pi., MT.. Padahal, Asep baru saja dilantik pada Sabtu (2/1) lalu. 

Asep diberhentikan sesuai dengan Surat Keputusan Rektor No. 86/UN6.RKT/Kep/HK/2021. Pemberhentian tersebut dengan alasan adanya rekam jejak yang tidak tersampaikan kepada Pimpinan Unpad selama proses pemilihan wakil dekan. 

Posisi Asep sebagai Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan digantikan oleh Dr. Ir. Eddy Afrianto, M.Si.. Pelantikan pun dilaksanakan pada Senin, 4 Januari 2021.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Asep disinyalir merupakan aktivis organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang telah dibubarkan pemerintah. 

Bahkan, Asep pernah menjadi ketua DPD II HTI Kota Bandung. 

Akibatnya, pemilihan Asep sebagai Wakil Dekan di Unpad mendapatkan kritik keras dari para alumni. 

"Di saat pemerintah telah melakukan tindakan tegas terhadap organisasi radikal dan anti-Pancasila, ini sungguh sangat ironi dengan apa yang dilakukan Rektor Unpad. Malah mengangkat Kader HTI bahkan pernah menjadi Ketua HTI Kota Bandung untuk menjadi Wakil Dekan di Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan," tulis alumni Unpad yang tersebar di media sosial. 

Alumni Unpad juga mengajukan tiga tuntutan, yaitu:

1. Pembatalan pengangkatan Wakil Dekan Fakuktas Perikanan dan Kelautan, yang sudah sangat jelas pejabat tersebut adalah kader serta pimpinan HTI, bukan kader biasa.

2. Agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera menurunkan tim investigasi untuk melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif  mengapa jajaran pengambil keputusan di Unpad sampai bisa mengangkat kader dan pimpinan HTI menjadi pejabat di lingkungannya.

3.  Karena ini menyangkut ideologi Negara, agar pihak aparat hukum, serta Badan Intelijen Negara, untuk ikut terlibat melakukan investigasi di lingkungan Unpad, sehingga bisa terdeteksi profiling siapapun yang ikut terlibat dalam organisasi radikal yang anti Pancasila di lingkungan Universitas Padjadjaran.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya