backgroud
logo

Pendidikan

 

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tunda Rencana KBM Tatap Muka Hari Ini

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tunda Rencana KBM Tatap Muka Hari Ini

 
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tunda Rencana KBM Tatap Muka Hari Ini
ilustrasi KBM tatap muka. (WJtoday)
WJtoday
Senin, 11 Januari 2021 | 13:07 WIB
WJtoday, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang menurut rencana dimulai pada Senin (11/1/2021).

Keputusan itu diambil setelah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Dewan Pendidikan, dan masukan dari orangtua murid.

Bima mengatakan, ada tiga hal yang melandasi kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bogor ditunda, yaitu kesiapan penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah, persetujuan dari orangtua dan komite sekolah, serta situasi Covid-19.

Menurut Bima, tiga aspek tersebut belum bisa terpenuhi.

Oleh sebab itu, dia mengambil kebijakan dengan menunda kegiatan PTM demi keselamatan peserta didik.

“Saat ini, setelah dilakukan kajian, dilakukan survey, tiga hal tadi belum terpenuhi. Sebagian besar sekolah masih belum siap, baik protokol kesehatannya maupun dukungan dari orangtuanya. Dan secara umum, di Kota Bogor kasus Covid-19 justru trennya (Covid-19) sekarang sedang naik. Rumah sakit tingkat keterisian tempat tidurnya sudah tinggi,” ungkap Bima, Minggu (10/1/2021).

Bima mengaku belum dapat mengambil keputusan soal pelaksanaan KBM tatap muka di Kota Bogor mengingat kasus Covid-19 terus meningkat.

Kata dia, saat ini yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan para tenaga pengajar dan peserta didik.

“Selama tiga hal itu belum terpenuhi, ya bisa sampai akhir tahun belum bisa dimulai. Kalau pertengahan tahun Covid-19 bisa dikatakan terkendali, kami bisa mulai lakukan simulasi. Tapi kalau belum terkendali, sampai akhir tahun pun tidak akan kita buka,” kata Bima.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, hingga Senin (11/1/2021), jumlah kasus Covid-19 mencapai 3.627 kasus. Sebanyak 3.547 orang sudah dinyatakan sembuh, serta 42 orang meninggal.

Sementara Kabupaten Bogor, jumlah kasus postitif 4.322 kasus, 4.287 kasus dinyatakan sembuh, dan 16 orang meninggal

Sementara itu, dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor, tingkat keterisian tempat tidur isolasi sudah mencapai 84,4 persen.

Saat ini, Pemkot Bogor telah membangun rumah sakit (RS) darurat di kawasan GOR Pajajaran untuk menampung pasien yang memiliki gejala ringan hingga sedang. ***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya