backgroud
logo

Buletin

 

Dua Korban Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Terindentifikasi

Dua Korban Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Terindentifikasi

 
Dua Korban Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Terindentifikasi
Dua Korban Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Terindentifikasi.
WJtoday
Rabu, 13 Januari 2021 | 18:27 WIB
Wjtoday, Jakarta -  Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati Jakarta kembali berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Identifikasi dilakukan melalui proses pencocokan data antemortem dari keluarga dengan postmortem dari tubuh korban.

"Hari ini dapat teridentifikasi dua korban," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu, 13 Januari 2021.

Menurut dia, korban yang telah teridentifikasi, yakni Agus Minarni dan Indah Balimah Putri. Keduanya terdaftar dalam manifes Sriwijaya Air SJ-182. Total korban yang telah teridentifikasi menjadi enam orang.

Rusdi memastikan tim DVI  akan terus bekerja maksimal mengindentifikasi bagian tubuh korban yang telah ditemukan. Kondisi korban kemudian dicocokkan dengan sejumlah data antemortem.

Data antemortem dikumpulkan berdasarkan data-data fisik khas seseorang sebelum meninggal. Hal ini meliputi pakaian terakhir yang dikenakan, barang bawaan, tanda lahir, tato, serta bekas luka atau cacat tubuh. Data ini diperoleh dari orang terdekat, seperti keluarga.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

WJT / goy

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya