backgroud
logo

Buletin

 

Dipecat DKPP, Ketua KPU Tegaskan Tak Pernah Lakukan Kejahatan Pemilu

Dipecat DKPP, Ketua KPU Tegaskan Tak Pernah Lakukan Kejahatan Pemilu

 
Dipecat DKPP, Ketua KPU Tegaskan Tak Pernah Lakukan Kejahatan Pemilu
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman .
WJtoday
Rabu, 13 Januari 2021 | 19:49 WIB
Wjtoday, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman merespons keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memecat dirinya.

Arief  menyatakan dirinya bakal menunggu lebih dulu salinan putusan baru mengambil sikap.

"Tapi secara resmi biasanya kita dikirimi hard copy. Nah kita tunggu, kita pelajari baru lah nanti bersikap kita mau ngapain," kata Arief kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Arief menegaskan dirinya merasa tak bersalah.

“Satu saja yang ingin Saya tegaskan  bahwa saya tidak pernah melakukan kejahatan pemilu,” kata Arief saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Januari 2021.

Diketahui DKPP memberhentikan Arief Budiman sebagai ketua KPU. Arief terbukti melanggar kode etik. Keputusan tersebut disampaikan dalam sidang etik putusan perkara dengan nomor 123-PKE-DKPP/X/2020. Arief juga mendapat sanksi peringatan keras.
 
“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku ketua KPU RI,” tulis putusan DKPP.

DKPP sempat menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu oleh Arief. Ia diadukan oleh Jupri dengan nomor perkara 123-PKE-DKPP/X/2020.
 
Jupri melaporkan Arief terkait dugaan pelanggaran etik saat mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Evi sempat diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020.
 
Pemohon juga mempermasalahkan keputusan Arief menerbitkan Surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020. Surat tersebut meminta Evi kembali aktif melaksanakan tugas sebagai anggota KPU periode 2017-2022.
 
Arief Budiman mengaku kehadirannya mendampingi Evi mendaftarkan gugatan pemecatan ke PTUN atas inisiatif sendiri. Dia tak bertindak sebagai perwakilan KPU.
 
"Institusi (KPU) tidak pernah menugaskan saya ke sana. Kami (komisioner) tidak pernah membahas datang ke sana atau tidak. Itu murni saya berempati dengan yang bersangkutan," ujar Arief dalam persidangan yang digelar DKPP secara virtual, Rabu, 18 November 2020.***

WJT / mom

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Lainnya