backgroud
logo

Buletin

 

Hari Kelima Jatuhnya Sriwijaya Air, 141 Kantong Jenazah Telah Dievakuasi

Hari Kelima Jatuhnya Sriwijaya Air, 141 Kantong Jenazah Telah Dievakuasi

 
Hari Kelima Jatuhnya Sriwijaya Air, 141 Kantong Jenazah Telah Dievakuasi
Hari Kelima Jatuhnya Sriwijaya Air,141 Kantong Jenazah Telah Dievakuasi.
WJtoday
Rabu, 13 Januari 2021 | 21:11 WIB
Wjtoday, Jakarta -  Operasi SAR pesawat  Sriwijaya Air SJ-182 terus dilakukan. Hingga hari kelima pencarian, ada 141 kantong jenazah berisi bagian tubuh  korban yang terkumpul dan diserahkan ke DVI Mabes Polri di Dermaga JICT2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Saya melaporkan bagian tubuh kita mendapatkan 141 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh atau body part. Kemudian 31 kantong kecil yang berisi serpihan pesawat, dan potongan besar pesawat 28. Tentunya flight data recorder (FDR) yang kemarin sudah kita temukan," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Rabu, 13 Januari 2021.

Data tersebut terhitung hingga pukul 19.30 WIB. Temuan itu juga sudah termasuk dengan black box berupa flight data recorder (FDR) yang ditemukan, Selasa, 12 Januari 2021.

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 pada hari kelima diwarnai cuaca buruk. Angin kencang dan gelombang tinggi pada pagi hingga siang membuat pencarian sempat dihentikan.

Bagus mengakui cuaca hari ini memang tidak mendukung proses pencarian. Proses pencarian dihentikan sejak siang tadi. Meski demikian, tim SAR gabungan masih tetap semangat dalam operasi pencarian dan pertolongan ini.

"Memang betul hambatan hari ini adalah faktor cuaca, mudah-mudahan besok cuaca akan lebih mendukung dan berjalan lancar dalam pelaksanaan operasi SAR," ujar dia.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.***

WJT / Red

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya