Allah Akan Memberi Rezeki Kepada Siapapun yang Bertawakal

Allah Akan Memberi Rezeki Kepada Siapapun yang Bertawakal
Allah Akan Memberi Rezeki kepada Siapapun yang Bertawakal
WestJavaToday.com - Ada beberapa golongan yang dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Siapapun yang masuk ke dalamnya, Allah berjanji akan mencukupkan rezekinya seukuran yang membawa kebaikan di sisi-Nya. Ia mencurahkan rezeki dari sisi-Nya melalui berbagai pintu yang tak terhitung.

Di dalam Al-Quran maupun As-sunnah, keterangan telah terhampar tentang siapa saja yang masuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan jaminan rezeki dari Allah. Mereka inilah yang senantiasa dikejar oleh rezeki yang penuh barakah, kenalilah siapa yang dijanjikan-Nya.

Ada beberapa petunjuk yang bisa kita ambil. Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, Dia memberimu rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Mereka berangkat pagi-pagi dengan perut lapar, dan pulang pada sore hari dengan perut kenyang.” (HR. Ahmad)

Hadits ini menunjukan bahwa jaminan rezeki terkait dengan tingkat tawakal kita di hadapan Allah bukan pada pekerjaan yang kita lakukan. Namun, ini bukan berarti bahwa untuk mendapatkan rezeki kita tidak melakukan apapun. Orang-orang yang bertawakal kepada Allah adalah orang-orang yang melakukan usaha dengan optimal namun pada saat bersamaan ia berpasrah pada Allah atas segala usahanya.

Tawakal sendiri adalah berserah diri kepada Allah SWT. Hal ini harus datang dari dalam hati, tidak hanya keluar dari lisan saja. Bagaimana cara agar kita dapat bertawakal kepada Allah?

Datang langsung dari hati, sehingga tak heran jika Rasulullah SAW sering berdoa agar Allah selalu menetapkan hati beliau serta selalu rida mengikuti petunjuk-Nya.

Dikutip dalam buku berjudul 'Mukjizat Energi Tawakal' oleh Abdillah F. Hasan, ini salah satu doa Rasulullah, "Yaa Muqallibal quluub tsabbit qalbi'ala diinik."

Artinya: "Wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Ahmad).

Berkenaan dengan mereka yang tawakal, Allah SWT berfirman, 

 وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ 

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [Ath-Thalaq/65 : 3]

Dan ini adalah ganjaran yang paling besar, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan diri-Nya sendiri sebagai yang memenuhi segala kebutuhan orang yang bertawakal kepada-Nya, dan sungguh Allah telah banyak menyebutkan kebaikan dan keutamaan yang menjadi ganjaran untuk orang-orang yang bertawakal kepada Allah, antara lain. 

Firman Allah.

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا 

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”. [Ath-Thalaq/65 : 2]

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا 

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan akan melipat gandakan pahala baginya”. [Ath-Thalaq/65 : 5]

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا 

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. [Ath-Thalaq/65 : 4].

 وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا 
“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu ; Nabi-nabi, para shiddiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”. [An-Nisa/4 : 69] 

Bertawakal juga akan mendatangkan ketenangan, selain itu, Tawakal juga disebut memiliki banyak hikmah dan keutamaan sebagaimana ditegaskan dalam al-qur'an, yakni:

1. Pentingnya bertakwa kepada Allah
Maksudnya bertakwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Menjalankan perintah Allah juga harus dilandasi dengan hati ikhlas serta dilakukan sesuai syari’at Islam dengan aliran mazhab yang dianutnya pula.

Melakukan ibadah sunnah seperti shalat fardhu juga termasuk dalam hal bertakwa karena melakukan hal yang disenangi oleh Allah.

Sementara menjauhi laranganNya adalah menjaga diri dari segala hal yang dilarang Allah.

Menjaga diri ini juga terhadap sesuatu hal yang mendekati dosa.

Termasuk menjauhkan diri dari barang maupun perbuatan haram.

2. Allah memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan bagi yang bertakwa
Maksudnya adalah, bagi orang yang benar-benar bertakwa seperti dijelaskan di atas, Allah akan memberikan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi.

Jadi tingkatkanlah ketakwaan kita niscaya setiap permasalahan dalam hidup kita akan diberikan jalan keluar.

Hadits Nabi yang menguatkan ayat ini yaitu dengan banyak beristighfar.

Istighfar dapat mengurangi dosa dan hal hal yang menghapus amal ibadah juga sebagai cara seseorang untuk bertaubat.

Jika telah bertaubat, maka jalan selanjutnya adalah takwa.

Jika kita telah mencapai takwa itu, maka akan kita perolehlah yang dimaksud ayat ini.

3. Allah memberikan rezeki bagi orang yang bertakwa melalui jalan yang tidak disangka-sangka
Maksud yang tidak disangka-sangka adalah melalui jalan yang tidak terpikirkan sama sekali oleh orang yang bertakwa itu.

Maka, permasalahan mengenai rezeki akan dituntaskan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa.

Dalam hidupnya tidak akan kekurangan rezeki karena Allah mencukupinya.

4. Dosa menghalangi rezeki
Sebagaimana yang dijelaskan dari hadits di atas.

Secara logika, perbuatan dosa bukanlah perbuatan yang dilakukan orang yang bertakwa.

Maka dari itu, sesuai hadits di atas, dosa dapat menghalangi rezeki.

5. Allah lah yang menetapkan segala sesuatu
Sesuai dengan hadits diatas bahwa seseorang tidak akan sanggup mencelakakan kita kecuali telah ditetapkan oleh Allah kita akan dicelakakan orang.

Ini sebgai bukti bahwa Allah lah yang menetapkan segalanya.

Termasuk rezeki dan pertolongan untuk segala masalah yang kita hadapi.

Maka, pesan Nabi adalah untuk selalu menjaga ketakwaan kita kepada Allah dengan kata, "jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.

Jagalah Allah, Niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu.

Demikian beberapa keutamaan ayat seribu dinar dan hikmah serta pelajaran yang dapat diambil.

Perlu diingat bahwa rezeki bukanlah sebatas tentang harta.

Dijelaskan dalam tafsir Al Misbah karya M Quraisy Syihab bahwasanya rezeki tidak hanya berbentuk materi, melainkan kepuasan hati juga kekayaan yang tidak pernah habis.

M Quraisy Syihab juga menjelaskan tentang rezeki pasif yaitu rezeki berupa materi yang didapat sejumlah beberapa rupiah, tapi sebagian besarnya untuk biaya pengobatan.

Beliau juga menegaskan bahwa rezeki bukan hanya melulu soal materi, tetapi juga spiritual yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa.

Tingkatkanlah ketakwaan kita untuk mendapat ridho Allah sehingga dibukalah jalan rezeki kita dan dimudahkanlah segala masalah yang kita hadapi.

Allah SWT berjanji akan mencukupkan rezeki bagi siapapun yang bertawakal kepada-Nya. Maka tugas kita adalah bertawakal kepada-Nya dengan usaha maksimal. Percayalah, Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. ***