backgroud
logo

Internasional

 

Amerika Berduka, Bendera Setengah Tiang Bagi 500 Ribu Korban Jiwa COVID-19

Amerika Berduka, Bendera Setengah Tiang Bagi 500 Ribu Korban Jiwa COVID-19

 
Amerika Berduka, Bendera Setengah Tiang Bagi 500 Ribu Korban Jiwa COVID-19
Amerika Serikat menyumbang hampir seperempat dari total kematian Covid-19 di seluruh dunia. (Istock)
WJtoday
Selasa, 23 Februari 2021 | 10:45 WIB
Westjavatoday - Amerika Serikat tengah berduka pada hari Senin kemarin (22/2/2021) otoritas telah mencatatkan 500.000 kematian akibat Covid-19 dalam waktu setahun pandemi sejak mengumumkan korban jiwa pertama di Santa Clara County, California.

Menurut penghitungan data kesehatan masyarakat Reuters, Amerika telah mencatat lebih dari 28 juta kasus Covid-19 dan 500.054 nyawa hilang pada Senin sore waktu setempat.

Mengutip situs Channel News Asia, Selasa, 23 Februari 2021, Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi per 100.000 penduduk. Bersama dengan AS ada Belgia, Inggris Raya, dan Italia.

Dengan total kematian melebihi angkat 500.000 kasus, itu berarti satu dari setiap 673 penduduk di AS meninggal karena COVID-19.

"Angka-angka ini mencengangkan," kata penasihat penyakit menular utama untuk Presiden Joe Biden, Dr Anthony Fauci, kepada Good Morning America dari ABC News.

"Jika Anda melihat ke belakang secara historis, keadaan kami lebih buruk daripada hampir semua negara lain, dan kami adalah negara yang sangat maju dan kaya," ujarnya

Untuk menghormati orang yang meninggal, Presiden Amerika Serikat 9AS) Joe Biden memerintahkan pengibaran Bendera AS setengah tiang di gedung-gedung publik dan halaman hingga matahari terbenam pada hari Jumat.

“Pada kesempatan khusyuk ini, kami merenungkan kehilangan mereka dan orang yang mereka cintai yang ditinggalkan. Kita sebagai bangsa harus mengingat mereka, agar kita dapat mulai menyembuhkan, bersatu, dan menemukan tujuan sebagai satu Bangsa untuk mengalahkan pandemi ini," kata Joe Biden dalam pengumumannya melansir  Reuters.

Lonceng berdentang 500 kali di Katedral Nasional di Washington untuk menghormati nyawa yang hilang, untuk melambangkan 500.000 kematian.

"Saat kami mengakui skala kematian massal ini di Amerika Serikat, ingatlah setiap orang dan kehidupan yang mereka jalani," kata Biden dalam pidato di Gedung Putih setelah bel berbunyi.

“Anak laki-laki yang menelepon ibunya setiap malam hanya untuk memastikan kondisinya. Ayah, anak perempuan yang menerangi dunianya. Sahabat terbaik yang selalu ada, Perawat yang membuat pasiennya ingin hidup,” lanjut Biden.

Beberapa saat kemudian, Presiden Joe Biden, Wakil Presiden Kamala Harris beserta pasangannya muncul mengenakan pakaian hitam dan topeng hitam. Mereka berdiri diam saat himne 'Amazing Grace' dialunkan.

Sebagai informasi Amerika Serikat menyumbang hampir seperempat dari total kematian Covid-19 di seluruh dunia. Selain negeri Paman Sam, ada empat negara yang angka kematiannya di atas 100 ribu, yakni Brasil (246.560), Meksiko (179.797), India (156.418), dan Inggris (120.580).***

WJT / son

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya