backgroud
logo

Buletin

 

Pejabat WHO Prediksi COVID-19 Akan Berakhir Awal Tahun 2022

Pejabat WHO Prediksi COVID-19 Akan Berakhir Awal Tahun 2022

 
Pejabat WHO Prediksi COVID-19 Akan Berakhir Awal Tahun 2022
Pejabat WHO Prediksi COVID-19 Akan Berakhir Awal Tahun 2022.
WJtoday
Selasa, 23 Februari 2021 | 15:29 WIB
Westjavatoday, - Semua orang menginginkan pandemi Covid-19 segera berakhir dan kehidupan kembali normal. Beberapa pakar sebelumnya menyebut  COVID-19  akan berakhir empat hingga lima tahun ke depan berkaitan dengan adanya vaksinasi.

Namun, direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa menyebut Corona bisa saja usai di awal 2022.

"Skenario terburuk pandemi telah berakhir," sebut Hans Kluge saat berbincang dengan lembaga penyiaran DR, Denmark.

Dikutip dari Anadolu Agency, Kluge meyakini, meskipun mutasi COVID-19 terus dilaporkan di sejumlah negara, tampaknya tak berpengaruh pada vaksin Corona yang tengah dikembangkan.

Menurutnya, di tahun 2021, negara-negara sudah lebih mudah mengatasi pandemi COVID-19, tak seperti awal tahun saat informasi soal COVID-19 masih serba terbatas lantaran COVID-19 adalah penyakit baru.

"COVID-19 masih akan mewabah pada tahun 2021, tetapi akan lebih mudah dikelola daripada tahun 2020," jelas Hans.

Di sisi lain, Kluge menilai pembatasan-pembatasan COVID-19 sudah bisa dicabut di awal 2022. Hal ini dikarenakan meski varian baru Corona sudah menyebar ke banyak negara, Corona dinilai tak akan mungkin di luar kendali hanya karena mutasi.

Terkecuali, bagi mereka yang fasilitas kesehatannya sudah 'tertekan' karena COVID-19, negara tersebut perlu terus mewaspadai mutasi Corona yang ditemukan.

"Mutasi tidak akan membuat virus di luar kendali tetapi mencatat bahwa negara-negara yang sistem perawatan kesehatannya sudah di bawah tekanan dapat berada di bawah tekanan yang lebih besar, sehingga perlu untuk menanggapi mutasi dengan sangat serius," bebernya.

Kluge menambahkan, WHO kini terus memantau efektivitas vaksin Corona untuk melawan COVID-19 terkait mutasi Corona yang diyakini lebih menular.***

WJT / Red

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya