Berkunjung ke The Room 19, Ruang Baca Estetik di Kota Bandung

Berkunjung ke The Room 19, Ruang Baca Estetik di Kota Bandung

WJroday, Bandung - Sejak dibuka pada Desember 2023, The Room 19, ruang baca yang terletak di Jalan Dipati Ukur No.66 C Kota Bandung langsung menarik perhatian masyarakat. 

The Room 19 hadir lewat konsep industrial dan sedikit ornamen kayu dengan perpaduan warna putih, kuning, dan hijau, sehingga terlihat estetik saat menginjakkan kaki di tempat ini.

Didirikan oleh Reiza Harits, bersama Alia dan Edo, The Room hadir untuk mendukung literasi dan menciptakan ruang baca yang nyaman.

 

"Sejak dibuka, The Room 19 mendapat respons luar biasa dari masyarakat Bandung dengan 5000 lebih pengunjung, 8000 lebih followers di Instagram, dan 1200 lebih buku yang sudah dipinjam," terang Reiza, Co-Founder & Chief Librarian.

Reiza berbagi kisah inspiratif tentang pendirian perpustakaan ini. Reiza, Alia dan Edo tumbuh dikelilingi buku hingga akhirnya mereka ingin membuat perpustakaan sendiri yang terinspirasi dari perpustakaan-perpustakaan kecil di Korea dan Jepang.

The Room 19 memiliki hampir 2000 buku dengan berbagai genre, termasuk nonfiksi dan fiksi.

"Kami juga memiliki buku dengan kategori seperti Pets!, Crime & Mystery, Loneliness & Existentialism, dan Self-discovery, rencana kami ke depan adalah memperbanyak koleksi buku sastra Indonesia," ujar Reiza.

Biaya masuk perpustakaan ini sebesar Rp35 ribu untuk umum dan Rp25 ribu untuk pelajar per sif selama 4 jam, serta biaya peminjaman buku. The Room 19 juga menjual makanan, minuman, dan barang consignment.

Sejak Februari 2024, mereka aktif mencari pendanaan untuk menunjang operasional dan menambah koleksi buku.

 

"Pendanaan yang kami dapatkan akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional perpustakaan, memperbanyak dan memperluas jangkauan kegiatan atau aktivitas," kata Reiza.

The Room 19 juga mengadakan berbagai kegiatan seperti diskusi buku, workshop melukis, dan silent reading book party dengan tema bulanan yang berbeda.

Reiza melihat peran penting perpustakaan independen dalam mendukung literasi masyarakat.

 

"Aku percaya bahwa sebenarnya tidak ada orang yang gak suka baca buku, yang ada adalah orang yang belum menemukan buku yang cocok untuk dirinya," ujarnya.

Tak hanya sebatas 'teman' di kala sendiri, The Room 19 juga secara serius ingin menjadi 'the next of library space' di Bandung melalui serangkaian aktivitas menarik yang beragam. Uniknya, mereka memilih satu peristiwa menarik di setiap bulannya dan terdapat proses kurasi dengan buku-buku yang memiliki tema serupa.

"Jadi, kita sebenarnya ingin buku (itu) tidak memperlakukannya sebagai benda mati, tapi sebagai perwujudan dari pikiran. Karena mau bagaimana pun, manusia punya pikiran, ide, dan gagasan yang hidup," tegasnya.

Ke depan, The Room 19 berencana memperluas ruang untuk menampung lebih banyak pengunjung dan membuka ruang khusus untuk quiet room dan area hijau. Mereka juga aktif berkolaborasi dengan komunitas lokal dan lembaga pendidikan melalui program "Mimbar Ide".

 

Harapan jangka panjang mereka adalah menjadi inspirasi bagi perpustakaan lain dan berperan dalam pengembangan budaya membaca di Indonesia.**