Bukan Hanya Kaum Gay, Ini Kelompok yang Paling Rentan Terinfeksi Cacar Monyet

Bukan Hanya Kaum Gay, Ini Kelompok yang Paling Rentan Terinfeksi Cacar Monyet
ilustrasi cacar monyet atau monkeypox . (twitter)

WJtoday, Jakarta - Cacar monyet merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka Monkeypox. Penyakit ini menimbulkan gejala serupa flu seperti demam yang disertai ruam.

Penyakit ini menular melalui kontak erat, sentuhan kulit atau dengan luka terbuka yang mengeluarkan cairan, hingga hubungan seksual.

Cacar monyet tak hanya menyerang kaum gay. Penyakit menular itu bisa menyerang siapa saja.

Sejak dideteksi di negara non-endemik pada Mei lalu, penyakit ini kerap dikaitkan dengan komunitas homoseksual. Sebagian besar kasus memang menimpa kelompok gay.

Meski begitu, dokter spesialis kulit dan kelamis RSPI Sulianti Saroso Ni Luh Putu Pitawati mengatakan bahwa semua orang berisiko tertular. Ia menyebut, ada lima kelompok orang yang paling rentan tertular cacar monyet.

"Semua bisa tertular, tapi ada beberapa kelompok yang paling berisiko," ujar Ni Luh dalam siaran Radio Kesehatan RI, beberapa waktu lalu.

Berikut kelompok yang paling berisiko terpapar cacar monyet selain kaum gay.

1. Orang dengan daya tahan tubuh rendah

Sistem kekebalan tubuh menjadi benteng yang melindungi tubuh dari berbagai ancaman penyakit. Orang dengan daya tahan tubuh yang rendah tentu berisiko terpapar cacar monyet.

Misalnya saja orang yang mengidap penyakit autoimun atau sedang dalam kondisi imunitas rendah.

Dalam kondisi itu, virus lebih mudah masuk dan sistem pertahanan di tubuh tak bisa melakukan perlawanan dengan sempurna.

2. Balita

Anak kecil rentan terpapar virus Monkeypox. Penyebabnya adalah daya tahan tubuh anak yang umumnya belum terbentuk sempurna.

3. Lansia

Sama seperti anak, orang lanjut usia juga jadi kelompok berisiko cacar monyet. Mereka umumnya memiliki tingkat kekebalan tubuh yang rendah.

4. Ibu hamil dan menyusui

Ibu hamil dan menyusui memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Hal ini membuat mereka rentan terpapar virus dan bakteri.

5. Gemar mengonsumsi daging hewan liar

Beberapa orang gemar mengonsumsi daging hewan liar. Namun, kebiasaan itu menempatkan mereka pada risiko terpapar cacar monyet.

Penularan bisa terjadi dari hewan yang dikonsumsi. Sebagaimana diketahui, hewan juga menjadi salah satu pembawa virus penyebab cacar monyet.

"Kita, kan, tidak tahu, apakah hewan itu aman dari virus. Karena virus ini juga, kan, awalnya berawal dari hewan liar," ujar Ni Luh.


Cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1970 silam di Republik Demokratik Kongo. Sejak itu, cacar monyet menjadi epidemi di sejumlah negara Afrika.

Pada Mei lalu, cacar monyet kembali terdeteksi di negara non-endemik, Inggris. Dari sana, cacar monyet terus menyebar secara luas ke sejumlah negara lain.

Hingga saat ini, virus Monkeypox telah menginfeksi lebih dari 23 ribu orang di dunia. Sebanyak 80 negara telah melaporkan adanya cacar monyet.

Sejauh ini, cacar monyet memang banyak menyerang kaum gay. Namun begitu, penyakit ini tak bisa begitu saja distigmakan dengan kelompok homoseksual dan LGBT lainnya.***