Cabut Kuasa Pembelaan dari Deolipa-Boerhanudin, Bharada E Tunjuk Pengacara Pilihan Keluarga

Cabut Kuasa Pembelaan dari Deolipa-Boerhanudin, Bharada E Tunjuk Pengacara Pilihan Keluarga
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.(twitter)

WJtoday, Jakarta - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mencabut kuasa yang diberikan kepada Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin sebagai pengacaranya. Pencabutan itu disampaikan Bharada E dalam sebuah surat.

Di dalam surat tersebut, Bharada E menyatakan bahwa pencabutan kuasa terhadap Deolipa dan Boerhanuddin atas dirinya berlaku sejak 10 Agustus 2022.

“Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani,” tulis Bharada E dalam surat tersebut.

Bharada E kemudian menuliskan bahwa kedua pengacara itu kini sudah tidak memiliki hak lagi untuk melakukan pembelaan atas dirinya.

Dengan adanya surat tersebut, maka surat kuasa yang diberikan kepada Deolipa dan Boerhanuddin per tanggal 6 Agustus 2022 sudah tidak berlaku lagi.

“Surat pencabutan ini, saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Demikian surat pencabutan kuasa ini untuk digunakan sebagaimana mestinya,” tulisnya.

Terlihat dalam surat pencabutan kuasa tertanggal 10 Agustus 2022 tersebut, ditandatangani langsung oleh Bharada E di atas materai.

Bharada E Tunjuk Pengacara dari Pilihan Keluarga

Bharada E atau Richard Eliezer kembali menunjuk pengacara untuk mendampinginya dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Yoshua.

Pengacara yang ditunjuknya kali ini adalah Ronny Talapessy untuk menggantikan Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.


“Benar saya lawyer Bharada E, ditunjuk langsung oleh orangtua dan Bharada E. Sudah dari per tanggal 10 kemarin,” kata Ronny, Jumat (12/8).

Ronny mengatakan, dirinya adalah pengacara pilihan langsung dari keluarga setelah sebelumnya melakukan pertemuan terlebih dahulu.

“Saya bertemu keluarga, sesudah itu sepakat saya akan membantu Bharada E. Akhirnya saya ditunjuk sebagai pengacaranya karena keluarga lebih nyaman dengan saya,” jelasnya.

Untuk strategi, Ronny mengatakan bahwa dirinya akan mempersiapkan Bharada E untuk menjalani langkah hukum selanjutnya.

“Haknya contohnya untuk nanti ke depannya kita rencanakan menghadirkan saksi yang meringankan, saksi ahli,” tuturnya.

“Kemudian beberapa point yang memang kita ajukan. Tetapi sekarang kita memang fokus di materi penyidikan dulu, kita harapan kita adalah Bharada E mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, menurut keadilan masyarakat juga,” tambahnya.

Kuasa Pengacara Pilihan Bareksrim Untuk Bharada E Dicabut, Ini Respons Polisi

Bareskrim Mabes Polri tidak ambil pusing dengan pencabutan kuasa pengacara yang telah mereka pilihkan untuk Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, pencabutan kuasa tersebut sepenuhnya adalah wewenang dari orang yang memberikan kuasa.

“Iya, betul (soal pencabutan kuasa Bharada E). Ya, namanya juga ditunjuk. Kalau penunjukannya ditarik, kan terserah yang nunjuk,” kata Andi, Jumat (12/8).

Andi pun tidak menjelaskan lebih lanjut apakah pihaknya juga akan kembali mencari pengganti dari Deolipa Yumara dan Muhamad Burhanuddin sebagai kuasa hukum Bharada E.

Menurut Andi, awalnya pengacara Deolipa dan Burhanuddin memang ditunjuk oleh salah satu penyidik untuk membela Bharada E. “Penyidik yang menunjuk untuk Bharada E,” katanya.

Bharada E ditetapkan tersangka

Sebagaimana diketahui, Bharada E merupakan salah satu dari empat tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriyansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri pada 3 Agustus 2022, dan langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri

“Menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Rabu (3/8).

Bharada E ajukan justice Collaborator (JC)

Bharada E melalui Deolipa sebelumnya telah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Senin (8/8).

Pengajuan JC tersebut dilakukan atas kasus pembunuhan yang Brigadir Nofriyansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yang menyeret dirinya.

“Bahwa pada hari ini kami datang ke LPSK dengan dasar bahwsannya kami akan mengajukan permohonan perlindungan hukum Bharada E,” ujar Deolipa.***