Deklarasi Perlawanan Warga Israel terhadap Pemerintahan PM Benjamin Netanyahu

Deklarasi Perlawanan Warga Israel terhadap Pemerintahan PM Benjamin Netanyahu

WJtoday, Jakarta - Gerakan unjuk rasa di Israel mendeklarasikan tanggal 7 Juli sebagai 'Hari Perlawanan Nasional' terhadap pemerintah, dengan ribuan demonstran sejak Minggu pagi hari memblokir persimpangan dan jalan raya di seluruh negeri.

Gerakan protes itu juga menuntut penyelenggaraan pemilu dini dan pembebasan segera para sandera yang diculik oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023, tepat sembilan bulan yang lalu, demikian sebagaimana dilaporkan Sputnik, Minggu (7/7/2024).

Banyak video di media sosial menunjukkan aksi para demonstran tersebut. Aksi unjuk rasa besar-besaran diperkirakan akan terjadi di Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, serta puluhan kota lainnya.

Namun, polisi Israel belum memberikan komentar tentang aksi unjuk rasa hari ini.

Para demonstran berencana mengadakan unjuk rasa di depan kantor Federasi Pekerja di Tel Aviv, pada Senin (8/7/2024), dan menuntut agar serikat pekerja 'menghentikan perekonomian'.

Protes diperkirakan mencapai puncaknya pada malam hari. Peserta unjuk rasa juga berencana untuk memprotes di dekat kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem.

Aksi protes anti-pemerintah yang menuntut pemilu dini dan pembebasan segera para sandera telah diadakan setiap pekan di Israel selama beberapa bulan terakhir.

'Hari Perlawanan Nasional' yang diproklamirkan guna memperingati sembilan bulan penyerangan kelompok Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, memicu eskalasi konflik Palestina-Israel hingga saat ini.

Dalam kejadian 7 Oktober itu, kelompok Hamas menculik lebih dari 250 warga dari Israel selatan. Diperkirakan sekitar 120 sandera Israel ditahan oleh Hamas, termasuk 40 di antaranya yang diduga telah meninggal.

Pekan ini, kantor Netanyahu mengatakan bahwa para perundingnya, telah menerima respon Hamas tentang kesepakatan prospektif yang akan memastikan pembebasan sandera dengan imbalan gencatan senjata di Gaza.

Kepala intelijen Israel David Barnea bertolak ke Qatar pada Jumat (5/7/2024) untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Hamas.

Kantor Netanyahu mengatakan negosiasi akan dilanjutkan minggu depan dan masih ada perbedaan pandangan di antara kedua belah pihak.

Melalui berbagai operasi dan upaya kemanusiaan, 135 orang telah dibebaskan dari tawanan Hamas, termasuk para sandera yang telah meninggal dunia yang jenazahnya diambil dari wilayah tersebut.***