Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Kota Besar Indonesia, Hari Ini

Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Kota Besar Indonesia, Hari Ini
Lihat Foto

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat turun di sejumlah kota besar pada Senin (8/8/2022).

Pada siang hari hujan ringan berpeluang turun di Kota Gorontalo dan Kendari serta hujan yang disertai petir berpotensi terjadi di Kota Manado dan Palembang.

Kota Ambon diprakirakan menghadapi hujan dengan intensitas sedang dan Kota Mamuju berpeluang menghadapi hujan lebat pada siang hari.

Cuaca kota besar lainnya cerah, cerah berawan, atau berawan pada siang hari.

Kota besar yang cuacanya diprakirakan cerah pada siang hari hanya Banda Aceh.

Cuaca Kota Denpasar, Serang, Bengkulu, Yogyakarta, Jakarta Pusat, Jambi, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Tarakan, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Mataram, Kupang, Jayapura, Pekanbaru, Padang, dan Medan diprakirakan cerah berawan pada siang hari.

Sedangkan Kota Bandung, Semarang, Banjarmasin, Palangka Raya, Tanjung Pinang, Ternate, Manokwari, dan Makassar menurut prakiraan berawan.

Malam harinya, cuaca Kota Banda Aceh dan Jakarta Pusat cerah serta Kota Denpasar, Bengkulu, Jambi, Surabaya, Pontianak, Pangkal Pinang, Mataram, Kupang, Pekanbaru, Padang, dan Palembang cerah berawan.

Kota Serang, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Banjarmasin, Palangka Raya, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Ternate, Manokwari, Kendari, dan Manado diprakirakan berawan pada malam hari.

Sedangkan Kota Gorontalo, Samarinda, Tarakan, Ambon, Jayapura, Makassar, dan Medan berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan dan Kota Mamuju menghadapi potensi hujan lebat pada malam hari.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut potensi bencana hidrometeorologi meningkat pada bulan Juli hingga September 2022.

"Potensi bencana juga semakin meningkat pada periode Juli, Agustus dan mungkin awal September nanti kita akan ada pergeseran, di mana pada waktu yang bersamaan kita akan mengalami baik itu hidrometeorologi basah, banjir banjir bandang tanah longsor, sekaligus juga hidrometeorologi kering, kebakaran hutan dan kekeringan," ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam disaster briefing daring diikuti di Jakarta, Senin. Potensi tersebut, kata Abdul, sudah mulai terlihat dari dari data BNPB pada 18-24 Juli 2022. Dia menjelaskan jika di minggu sebelumnya frekuensi banjir masih lebih besar daripada kebakaran hutan kekeringan, justru di minggu ini mulai bergeser dengan frekuensi kejadian kebakaran hutan lebih sering daripada banjir.

Masyarakat diminta tetap siaga dan waspada di daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan, juga pada daerah-daerah yang rawan banjir.

BNPB secara frekuentatif atau secara berkala mengirimkan pesan-pesan kesiapsiagaan peringatan dini dan upaya-upaya mitigasi yang harus dilakukan kepada pemerintah daerah.

Namun Abdul mengatakan hal yang paling penting sebenarnya adalah kesiapsiagaan masyarakat. Misalnya pada masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai, atau masyarakat yang bertempat tinggal di daerah-daerah yang dekat dengan tebing dengan kecuraman yang tinggi.***