Jelang Arus Balik, Pemerintah Wajibkan Tes Antigen Di Sepanjang Jawa

Jelang Arus Balik, Pemerintah Wajibkan Tes Antigen Di Sepanjang Jawa

Wjtoday, Jakarta -  Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 berupaya menekan risiko penyebaran Covid-19 akibat arus balik Lebaran dengan mewajibkan  rapid  test antigen.

“Kita memberi kewajiban antara Jawa dan Sumatra serta antara Bali dan Jawa,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam telekonferensi di Jakarta, Sabtu, 15 Mei 2021.

Budi menyebut dua titik perbatasan itu bakal dipenuhi masyarakat yang hendak kembali ke Jawa. Rapid test antigen dibutuhkan agar kesehatan masyarakat terlacak dengan baik.

Dia mengapresiasi bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mensubsidi tes antigen. Tes antigen juga bakal digelar di sepanjang Jawa.

“Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, kita lakukan tes baik di kota-kota maupun rest area,” papar Budi.

Selain itu Kemenhub juga  menyusun strategi mencegah lonjakan kasus covid-19 saat arus balik Idulfitri 1442 Hijriah. Salah satunya melakukan  koordinasi antar pemangku kepentingan.

“Tanpa kolaborasi, sulit dapat hasil yang maksimal,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam telekonferensi, Sabtu, 15 Mei 2021.

Budi mengatakan pemerintah sejak awal membuat kerangka waktu mobilisasi. Yakni, masa pramudik pada 22 April hingga 5 Mei 2021, masa peniadaan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021, dan masa pengetatan syarat perjalanan pada 18 hingga 24 Mei 2021.

Budi menjelaskan berdasarkan data Kemenhub sejak 22 April hingga 11 Mei 2021, hanya 1,5 juta orang yang meninggalkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Karena pemerintah membatasi penjualan tiket sejumlah moda angkutan umum, volume penumpang pun turun drastis dibanding hari biasa. Pengguna angkutan jalan turun hingga 86 persen, jumlah penumpang kapal penyeberangan turun 62 persen, angkutan laut 30 persen, dan kereta api 88 persen.

“Kami juga memantau dari hari ke hari apa yang terjadi di udara, laut, darat, dan kereta api serta menetapkan delapan wilayah aglomerasi yang memungkinkan pergerakan,” jelas Budi.

Sebelumnya Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan tes antigen sebagai antisipasi penularan Covid-19 dari arus balik harus dilakukan.

Dia menyinggung kasus positif Covid-19 di beberapa daerah yang meningkat di Pulau Sumatera hingga 22,7 persen. Pemudik dari Sumatera akan dilarang menyeberang ke Jawa apabila tidak memenuhi syarat kesehatan. “Wajib tanpa terkecuali harus putar balik dan tidak boleh melanjutkan perjalanan,” tutur Wiku.***