Kemendikbud Fokus Digitalisasi Pendidikan

Kemendikbud Fokus Digitalisasi Pendidikan
ilustrasi Digitalisasi Pendidikan
WJtoday, Jakarta - Digitalisasi pendidikan menjadi fokus utama yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat  menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im mengatakan PKN ini adalah bentuk pengembangan kompetensi struktural manajemen di Kemendikbud dalam masa tatanan kenormalan baru.

"Kompetensi yang dikembangkan dalam PKN Tingkat II merupakan kompetensi kepemimpinan strategis, yaitu kompetensi manajerial Peserta untuk menjamin akuntabilitas jabatan," kata Ainun.

Adapun tema PKN tingkat II angkatan VI, lanjut Ainun, bersifat tematik berdasarkan tema yang fokus pada kebutuhan sektoral atau isu strategis nasional tertentu. 

"Dengan temanya yaitu 'Membangun kepemimpinan strategis untuk mewujudkan layanan pendidikan yang unggul',” ujar Ainun. 

Sementara, subtema yang diangkat yakni gotong royong, kolaborasi pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kebudayaan, digitalisasi pembelajaran dan sekolah, pemajuan kebudayaan, kepemimpinan, dan literasi.

Ainun menjelaskan tujuan penyelenggaraan PKN Tingkat II tersebut yakni untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan pimpinan tinggi pratama.

Sementara, kompetensi yang dikembangkan dalam PKN tingkat II itu merupakan kompetensi kepemimpinan strategis, yaitu kompetensi manajerial peserta untuk menjamin akuntabilitas jabatan yang meliputi tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi, tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi, terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi.

"Hal itu untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi, dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi,"ucap Ainun. 

Ainun menjelaskan peserta PKN tingkat II seluruhnya berjumlah 60 peserta yang terdiri dari 50 peserta dari Kemendikbud dan 10 peserta dari instansi lain. Untuk pelaksanaannya diselenggarakan dengan menggunakan moda kombinasi atau blended learning yang menggabungkan daring dan luring.***