Ketahui Manfaat dan Pentingnya Imunisasi Dasar untuk Anak

Ketahui Manfaat dan Pentingnya Imunisasi Dasar untuk Anak
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini sedang gencar melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di sejumlah daerah. Apalagi tantangan saat ini dihadapkan pada munculnya kasus polio di Aceh dan membuat Indonesia berstatus darurat. Orang tua diminta segera membawa anaknya imunisasi, tak hanya vaksin polio, tetapi juga harus mendapatkan imunisasi dasar.

Anak-anak mungkin takut saat disuntik atau diimunisaai. Untuk mendukung program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) yang dijalankan pemerintah setiap tahun, IRRA dan Oneject menyediakan Auto Disable Syringe (ADS) yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Selain itu IRRA dan Oneject juga menyiapkan serangkaian program edukasi bagi para tenaga medis pelaksana imunisasi serta siswa dan orang tua target imunisasi agar program BIAN bisa berjalan baik dan lancar.

“Untuk program imunisasi anak sekolah, kami sudah siapkan produk ADS Oneject yang sesuai dengan standar imunisasi dari WHO dan spesifikasi dari Kementerian Kesehatan. Sesuai standar WHO, sudah tentu ADS Oneject memenuhi tingkat keamanan dan kenyamanan untuk anak-anak dan ukurannya juga tepat untuk anak,” jelas Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Heru Firdausi Syarif, Minggu (27/11/2022).

Menurut Heru, ADS produksi Oneject (sister company IRRA) yang mereka sediakan untuk mendukung program BIAN, mempunyai fitur untuk melindungi anak dari penularan penyakit melalui jarum suntik karena alat tersebut hanya dapat digunakan 1 kali. Pasalnya, setelah penyuntikan, alat suntik itu akan otomatis terkunci dan jika pistonnya ditarik akan terlepas atau patah seketika sehingga tidak bisa digunakan kembali. Teknologi auto disable syringe tersebut telah mendapatkan sertifikasi dan pengakuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization – WHO).

“Imunisasi bertujuan untuk memberi perlindungan kesehatan kepada masyarakat Indonesia,” katanya.

Dalam program BIAN, IRRA dan Oneject juga ikut terjun langsung ke lapangan, termasuk dalam kegiatan imunisasi di sekolah yang menjadi target Dinas Kesehatan dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) wilayah terkait. Selain memberi pendampingan dalam proses vaksinasi, IRRA dan Oneject juga memberikan edukasi kepada para tenaga medis, terutama yang masih baru, agar lebih memahami cara penggunaan ADS yang benar, sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan.

“Kepada orang tua diberikan edukasi terkait manfaat imunisasi yaitu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dari berbagai penyakit seperti campak, difteri, rubella dan lain-lain. Proses edukasi sebelum pelaksanaan imunisasi tersebut diharapkan bisa menghilangkan keraguan, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak dan orang tuanya,” tambahnya.

Apa Itu BIAN?

Dalam program BIAN di SD Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, dr. Sasa Nabila dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesma) Penjaringan menjelaskan, progam BIAN merupakan program imunisasi lanjutan kedua dari imunisasi dasar yang menyasar anak usia 6 tahun sampai 12 tahun. Program ini bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (P3DI).

Dalam lampiran dokumen yang dikeluarkan melalui Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bernomor HK.02.02/C/2317/2022 dijelaskan, BIAN merupakan upaya pemberian imunisasi yang dilaksanakan secara terintegrasi. Sesuai petunjuk teknis BIAN yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, salah satu kegiatan BIAN adalah imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi sesuai dengan rekomendasi usia yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah dan dilakukan secara massal tanpa memandang status imunisasi.

Apa Manfaat Imunisasi Dasar

Selama pandemi, terjadi penurunan cakupan vaksinasi imunisasi dasar. Dampak dari penurunan cakupan imunisasi dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), dan terjadinya KLB PD3I seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah.

Catatan Kemenkes, ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Dari jumlah tersebut, ada lebih dari 600 ribu atau sekitar 37,5 persen bayi berasal dari wilayah Jawa dan Bali. Kementerian Kesehatan mencanangkan pemberian imunisasi PCV tingkat nasional untuk menjamin perlindungan bagi 4,6 juta anak dan balita dari penyakit berbahaya termasuk pneumonia atau radang paru.

“Target imunisasi PCV secara nasional dengan sasaran sekitar 4,6 juta anak di seluruh Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu.

“Imunisasi dasar bertujuan mendapatkan kekebalan awal secara aktif, sedangkan imunisasi lanjutan lebih bertujuan mempertahankan tingkat kekebalan dan perpanjang masa perlindungan (booster). Peran serta masyarakat untuk terus meningkatkan lagi kesadaran dan motivasi akan pentingnya dan manfaat melakukan imunisasi dasar lengkap pada anak,” kata Maxi.

Imunisasi PCV menjadi satu dari 14 jenis imunisasi yang wajib diberikan untuk anak-anak Indonesia. Apa saja imunisasi dasar lainnya? Beberapa jenis penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi yaitu Hepatitis B, Tuberkulosis, Tetanus, Difteri, Pertusis, Poliomyelitis, Meningitis, Pneumonia, Campak, dan Rubela. Beberapa Imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah untuk diberikan kepada bayi atau anak antara lain :

1. BCG

Imunisasi BCG merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit TBC yang berat.

2. Hepatitis B

Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk melindungi bayi dengan memberi kekebalan dalam tubuhnya terhadap penyakit Hepatitis B.

3. Polio

Imunisasi Polio merupakan imunisasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit Poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.

4. DPT

Imunisasi DPT mencegah Difteri, Pertusis, Tetanus.

5. Campak

Imunisasi campak merupakan bagian dari imunisasi rutin yang diberikan pada anak-anak.***