Kisah Perajin Sepatu Cibaduyut, Bangkit dengan Go Online

Kisah Perajin Sepatu Cibaduyut, Bangkit dengan Go Online
Lihat Foto

WJtoday, Bandung - Berbicara tentang fesyen, Kota Bandung memiliki kawasan yang menjadi surganya sepatu lokal, yaitu Cibaduyut.

Cibaduyut sudah sejak lama dikenal sebagai sentra industri sepatu lokal terbesar sekaligus tertua di Kota Bandung. Di sana, banyak aktifitas perdagangan pembuatan sepatu yang dikelola oleh penduduk di sana.

Dindin Kurniadi (41) salah satu perajin sepatu kulit yang ada di Cibaduyut.  Ia sudah belasan tahun berkecimpung di pembuatan sepatu kulit. Usaha pembuatan sepatu kulit ini dimulai Dindin sejak 2007 silam. Ia merupakan generasi kedua meneruskan usaha orang tuanya.

Dindin mengatakan, salah satu motivasi ia terjun menjadi perajin sepatu adalah untuk menjaga kualitas produksi sepatu di Cibaduyut.

"Dulu kan sempat terkenal ya sepatu Cibaduyut tuh 'Bogis' Rabu beli Kamis rusak. Ini kan jadi imej yang memprihatinkan dunia alas kaki di Cibaduyut. Ini jadi motivasi saya bagaimana caranya citra sepatu Cibaduyut ini bisa terangkat kembali. Kita ingin jaga kualitasnya," ujar Dindin di Bandung, Jumat (25/11/2022).

Ia bercerita saat masa kejayaannya ia dapat membuat ribuan pasang sepatu per Minggu dengan jumlah pekerja mencapai 35 orang.

Sepatu yang ia buat telah dipasarkan hampir ke seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai mancanegara.

Namun bisnisnya bukan tanpa kendala, pendemi membuat usaha sempat berhenti dan hampir gulung tikar.

"Sejak 2014 kesini makin menurun, puncak turunnya di 2020 itu pas pandemi," jelasnya.

Dua tahun terseok-seok akibat pandemi, kini perlahan industri sepatu di Cibaduyut mulai bangkit perlahan. 

Dindin mengatakan saat ini para perajin mendapatkan pendampingan penuh dari Pemkot Bandung untuk mulai memasarkan produknya memalui pemasaran online, pelatihan dan diikutkan dalam berbagai pameran.

"Ini respon yang sangat baik dari pemerintahan melalui kelurahan, kita dapat pendampingan dari Pemkot Bandunh yang begitu total. Pada saat ini kan mau merangkak lagi, momentum ini sangat tepat sekali didampingi oleh pihak pemerintah sehingga peluangnya lebih terbuka," katanya.

Pemasaran online, lanjut Dindin, kini menjadi sarana yang efektif mendongkrak penjualan sepatunya.

"Dari 2019 sampai sekarang ini pemasaran online ini sangat efektif ya. Kita sudah siapkan toko toko di marketplace. Dulu costumer saya 100 persen offline, saat pandemi semua menurun. Nah yang membangkitkan sekarang adalah penjualan online," ujar Dindin.

Untuk menjaga para pelanggannya, Dindin terus menjaga dan meningkatkan kualitas produksinya. Ia pun berani mengatakan bahwa kualitas produk sepatu Cibaduyut tidak kalah bagus dengan produk impor atau di dalam negeri.

Ia berharap, adanya pelatihan yang berkesinambungan untuk peningkatan SDM dan mendorong regenerasi perajin sepatu di Cibaduyut.

"Karena minat orang untuk menjadi Perajin sepatu mulai berkurang. Saya gatau 20-30 tahun lagi masih ada tukang sepatu. Solusinya dengan adanya pelatihan yang berkesinambungan, ini untuk menjaga sentra sepatu Cibaduyut semakin maju," katanya.  ***