Mantan Kepala Bea Cukai Purwakarta Dipanggil KPK untuk Klarifikasi LHKPN

Mantan Kepala Bea Cukai Purwakarta Dipanggil KPK untuk Klarifikasi LHKPN

WJtoday, Jakarta - Rahmady Effendy Hutahaean (REH) telah dicopot dari jabatan sebagai Kepala Bea Cukai Purwakarta usai diduga tidak jujur dalam melaporkan harta kekayaan. KPK kini juga akan melakukan klarifiakasi kepada Rahmad atas asal usul kekayaannya tersebut.

"Yang (mantan Kepala Bea Cukai) Purwakarta kita sudah keluarkan surat tugasnya dan mungkin Minggu depan akan diundang untuk klarifikasi," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2024).

Pahala mengatakan Rahmady akan diklarifikasi mengenai kekayaannya yang tercantum di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dia menyebut ada kepemilikan saham dari Rahmady di sebuah perusahaan.

"Karena ini kan dampak dari yang bersangkutan punya saham istrinya di perusahaan. Jadi mungkin ada sesuatu di perusahaannya jadi lapor melapor," ujar Pahala.

Segini Harta Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta yang Dipanggil KPK Pekan Depan

Mantan Kepala Bea Cukai Purwakarta, Rahmady Effendy Hutahaean, akan dipanggil KPK terkait asal-usul kekayaannya pekan depan. 

Lalu, berapa harta yang dimiliki oleh Rahmady?

Dilihat dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Rahmady terakhir kali melaporkan kekayaannya sebagai pejabat negara pada 22 Februari 2023. Pelaporan itu untuk laporan kekayaan di periodik tahun 2022.

Dalam LHKPN miliknya itu tercatat total harta dari Rahmady mencapai Rp 6.395.090.149 atau Rp 6,3 miliar. Dia memiliki aset berupa tanah dan bangunan di Semarang dan Jawa Tengah senilai Rp 900.000.000. Rahmady juga melaporkan kepemilikan dua mobil dan satu motor senilai Rp 343.000.000.

Rahmady turut melaporkan aset harta bergerak lainnya yang nilainya mencapai Rp 3.284.000.000. Dia juga melaporkan aset surat berharga dan kas dan setara kas yang masing-masing bernilai Rp 520.000.000 dan Rp 645.090.149.

Rahmady juga melaporkan kepemilikan harta lainnya yang bernilai Rp 703.000.000. Dalam LHKPN miliknya itu, dia juga tercatat tidak memiliki utang.

Rahmady Effendy Hutahaean Dicopot dari Jabatan Kepala Bea Cukai Purwakarta

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membebastugaskan Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean (REH). Yang bersangkutan dituding tidak melaporkan kekayaannya dengan benar di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh pengacara dari Eternity Global Law Firm, Andreas.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal kepada REH. Ia menyebut terjadi benturan kepentingan yang melibatkan keluarganya.

"Bea Cukai telah melakukan pemeriksaan internal terhadap pejabat yang bersangkutan dan hasil pemeriksaan tersebut menemukan indikasi terjadinya benturan kepentingan yang juga turut melibatkan keluarga yang bersangkutan," katanya dalam keterangannya, Senin (13/5).

Dari hasil pemeriksaan itu, REH dibebastugaskan untuk mempermudah proses pemeriksaan lebih lanjut. Pembebastugasan ini berlaku efektif sejak 9 Mei 2024.

"Atas dasar hasil pemeriksaan internal tersebut, yang bersangkutan sudah dibebastugaskan terhitung sejak 9 Mei lalu untuk mempermudah proses pemeriksaan lanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.***