Renungan Jumat

Mendapat Pahala dari Semua Orang

Mendapat Pahala dari Semua Orang
Lihat Foto

WJtoday, Bandung - Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang yang diamalkan oleh pelakunya. Untuk itu orang yang berilmu harus memberikan manfaat kepada seluruh umat dengan cara mengajarkannya.

Mereka yang melakukannya secara sukarela akan diberikan pahala dan balasan berupa surga. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Sama halnya dengan penuntut ilmu, Allah juga memberikan keutamaan besar bagi mereka yang berkenan menyebarkannya."

Ustaz Abdillah Firmanzah Hasan mengatakan, meskipun seorang muslim paham ribuan ayat Alquran dan hadis atau fatwa ulama, tetapi jika hanya dipahami secara teori tanpa praktek, maka ilmunya tidak memberi manfaat bagi dirinya. 

"Ibarat pohon yang tak berbuah," katanya.

Ustaz Abdillah menyampaikan, setelah ilmu yang diketahuinya dipraktikkan dengan cara yang benar, barulah ia dapat menyampaikan ilmunya kepada sesama. Menurut Imam Ahmad, menuntut ilmu dan mengajarkannya lebih utama daripada berjihad dan amal sunnah lainnya.

Dalam Islam, tidak ada perbedaan antara ilmu agama dan ilmu secara umum. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mencari ridha dan keberkahan Allah SWT. Oleh karena itu, umat Muslim hendaknya memperhatikan keduanya, tidak hanya salah satunya.

Sama halnya dengan penuntut ilmu, Allah juga memberikan keutamaan besar bagi mereka yang berkenan menyebarkannya. Apa saja keutamaan  Orang yang Menyebarkan Ilmu. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Keutamaan yang bisa didapat bagi orang yang menyebarkan ilmu begitu besar, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Ia akan mendapatkan pahala sama seperti orang yang mengerjakannya.

Dari Abu Mas'ud Ugbah bin Amir al-Anshari ra., Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa menuju kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya". (HR. Muslim No. 1893).

Kebaikan yang dimaksud dalam hadits ini sangat beragam, bisa berupa urusan dunia maupun akhirat. Contohnya, memberikan wejangan, nasihat, menulis buku, mengajarkan ilmu bermanfaat, dan lain-lain. Hadits tersebut selaras dengan sabda Rasulullah berikut ini:

“Barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikit pun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun" (HR. Muslim No. 1017)

Agus Nizami dalam buku IMAN: Kumpulan Dakwah 17 Tahun di Internet menyebutkan, menyebarkan ilmu kepada orang lain sama seperti amalan shadaqah. Pahalanya dapat berlipat ganda, sesuai dengan keikhlasan pelakunya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). llmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat." (HR. Ar-Rabii')

Kemudian, dalam riwayat lain Rasulullah bersabda:

"Wahai Abu Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat sunnah seratus rakaat. Pergi mengajarkan satu bab ilmu lebih baik daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan Orang yang Menyebarkan Ilmu Akan Ditinggikan Derajatnya

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Surat Al-Mujadilah: 11).

Pada Ayat lainnya  Keutamaan Orang yang Menyebarkan Ilmu Akan Jadi Pelita

قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Artinya: Musa berkata kepada Khidir, "Bolehkah aku mengikutimu su­paya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS. Al Kahfi: 66)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan maksud ayat tersebut bahwa suatu ilmu yang pernah diajarkan oleh Allah kepadamu (Nabi Khidir) agar aku (Musa) dapat menjadikannya sebagai pelitaku dalam mengerjakan urusanku, yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh. 

Selain itu  keutamaan Orang yang Menyebarkan Ilmu Akan Ditambah Ilmunya

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-'Alaq: 5)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa barang siapa yang mengamalkan ilmu yang dikuasainya, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya. Dalam sebuah asar disebutkan ikatlah ilmu dengan tulisan. Maknanya, sebarkan ilmu melalui media agar bisa diketahui dan diamalkan orang banyak.

Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ »

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan seorang yang mempelajari ilmu agama yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian menyebarkannya kepada umat manusia.

Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata, “Aku tidak mengetahui setelah (tingkatan) kenabian, kedudukan yang lebih utama dari menyebarkan ilmu (agama)”[4].

Dalam hadist lain yang semakna dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya orang yang memahami ilmu (agama dan mengajarkannya kepada manusia) akan selalu dimohonkan (kepada Allah Ta’ala) pengampunan (dosa-dosanya) oleh semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, termasuk ikan-ikan di lautan”.

Hadits Keutamaan Orang Menyebarkan Ilmu Akan Ditinggikan Derajatnya

Hadits mencari ilmu lain juga menunjukan tingginya derajat  orang berilmu dibanding manusia lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

ٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ قَالَ يَرْفَعُ اللَّهُ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا بِدَرَجَاتٍ

Dari Ibnu Abbas radliallahu anhu: ketika menafsirkan ayat : (Allah meninggikan orang-orang yang beriman dari kamu sekalian, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. al-mujadalah:11); dia berkata maksudnya adalah "Allah meninggikan orang-orang yang diberi ilmu atas orang-orang yang beriman beberapa derajat". (HR. Darimi) No. 356.

Semua perbuatan, semua tulisan, akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Termasuk sebaran dakwah, Allah akan lipatgandakan dengan pahala

Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, “Barangsiapa menyebarkan apa saja yang bermanfaat bagi manusia, niscaya ia akan mendapatkan pahala dari semua orang yang mengambil manfaat darinya.” (Majmu’ Fatawa 6/179)

Itulah keutamaan orang yang menyebarkan ilmu dalam ayat Alquran dan hadits yang bisa dijadikan pedoman bagi orang berilmu untuk tidak pelit berbagi pengetahuan.

Wallahu A'lam, Semoga kita mendapatkan pahala dari semua orang yang pernah mendapatkan manfaat dari kita, aamiin.***


(Diambil dari Berbagai Sumber)