Mulai Keteteran Hadapi Ukraina, Putin Teken Dekrit Militer untuk Mobilisasi Warga

Mulai Keteteran Hadapi Ukraina, Putin Teken Dekrit Militer untuk Mobilisasi Warga
Lihat Foto

WJtoday, Bandung - Presiden Vladimir Putin telah menandatangani dekrit mobilisasi parsial untuk mengerahkan warga ke dalam wajib militer.

Seperti dikutip dari AFP, Rabu (21/9/2022), dekrit ini dibuat saat perang Rusia vs Ukraina berjalan selama hampir tujuh bulan dan Moskow disebut-sebut mulai keteteran lawan pasukan Kiev.

"Saya menilai merupakan keharusan untuk mendukung proposal Kementerian Pertahanan dan Staf Umum untuk melakukan mobilisasi parsial di Federasi Rusia," kata Putin dalam pidato kenegaraannya.

"Kami membicarakan mobilisasi parsial, hanya warga yang kini menjadi cadangan akan dikerahkan untuk wajib militer, dan di atas segalanya, orang-orang yang sempat bekerja dalam angkatan bersenjata memiliki spesialisasi militer tertentu dan pengalaman yang relevan," dia melanjutkan.

Tak hanya itu, mobilisasi parsial Rusia ini dimulai pada hari ini.

Di sisi lain, penandatanganan dekrit tersebut dilakukan sehari setelah sejumlah wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia berupaya mengadakan referendum.

Putin juga akan meningkatkan jumlah militer Rusia, dari 1,9 juta menjadi 20,5 juta.

Portal resmi pemerintah mengatakan perintah ini akan efektif 1 Januari. Khusus personel tempur, angkanya akan naik dari 137.000 menjadi 1,15 juta.

Adapun menurut Ruters, terakhir kali Putin menetapkan jumlah tentara Rusia adalah pada November 2017.

Pada awal invasi, Putin mengatakan akan memenangkan perang dalam tiga hari, namun berlanjut hingga kini.

Dalam perang Rusia sendiri belum menyebutkan berapa jumlah korban yang jatuh dari pihaknya. Namun Ukraina menyebut 1.351 tentara Moskow tewas.

Barat sendiri memperkirakan angkanya lebih dari itu, bahkan hingga 10 kali lipat. Ukraina sendiri mengakui 9.000 personilnya meregang nyawa.  ***