Renungan Senin-Kamis

Munafik Menurut IsIam

Munafik Menurut IsIam

WJtoday, Jakarta - Munafik digambarkan sebagai seseorang yang memiliki perbedaan apa yang dikatakan dengan apa yang ada di hati.

Bahkan Allah SWT menyatakan bahwa orang munafik adalah musuh yang sesungguhnya.

Hal tersebut tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Munafiqun ayat 4 yang berbunyi:

۞ وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌۗ يَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُۖ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

Artinya: Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?

Munafik juga sering diartikan dengan bermuka dua dan setiap umat Islam harus mewaspadai penyakit hati ini. Munafik dapat dihindari dengan cara memahami pengertian dan ciri-ciri munafik sebagaimana yang dijelaskan pada artikel di bawah ini!

Munafik Adalah Pura-pura Percaya

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), munafik adalah berpura-pura percaya atau setia kepada agama dan sebagainya tapi sebenarnya dalam hati tidak. Selain itu, munafik juga didefinisikan sering mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya.

Sedangkan merujuk Al Muntasir: Kamus Arab susunan Ahmad Warson Munawir, kata munafik diambil dari Islam Fail yang bermula dari nifaq yang berarti buat-buat atau pura-pura. Lalu kata masdarnya berarti kepura-puraan yaitu keluar dari keimanan secara diam-diam.

Menukil buku Mengenal 49 Tanda-Tanda Orang Munafik dan Cara Mengobatinya karya Abdurrahman bin Ali Al-Arumi, menurut Ibnu Jurij munafik adalah apabila perkataan seseorang berbeda dengan perbuatannya, apa yang dirasakan berbeda dengan apa yang diungkapkan, dan apa yang nampak berbeda dengan yang tidak tampak.

Jenis-jenis Munafik

Perilaku munafik dapat digolongkan menjadi dua kelompok menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Shifat al-Munafiqin yang diterjemahkan Jamaluddin Kafie. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Munafik Aqidah
Munafik aqidah yaitu menyembunyikan kekafiran di dalam hati dan memperlihatkan keimanan dengan lisan dan perbuatannya. Kemunafikan ini merupakan kelompok orang kafir yang ingin terlihat mampu dibanding yang lain, maka Allah memberikan penyakit hati kepada mereka.

2. Munafik Amali
Munafik amali yaitu memperlihatkan perilaku layaknya mukmin sejati dan bersosialisasi tinggi untuk umat Islam. Dalam berperilaku sehari-harinya mereka akan berusaha terlihat baik dan ramah untuk mendapat kepercayaan dari orang sekitar, padahal hatinya mengingkari itu.

Ciri-ciri Munafik Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits

Dalam Al-Qur'an munafik disebutkan lebih dari 200 kali. Bahkan, di dalam Al-Qur'an dan hadits dijelaskan juga mengenai ciri-ciri dari orang yang munafik seperti penjelasan di bawah ini.

1. Bersikap Ragu terhadap Islam
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hadid ayat 14:

يُنَادُوْنَهُمْ اَلَمْ نَكُنْ مَّعَكُمْۗ قَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ اَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْاَمَانِيُّ حَتّٰى جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ وَغَرَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

Artinya: "Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah."

2. Memiliki Sifat Iri Dengki
Orang munafik memiliki sifat iri dengki. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam surah Ali 'Imran ayat 120:

اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۖ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا ۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ

Artinya: "Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan."

3. Mengajak pada Kemungkaran
Dalam surah At Taubah ayat 67 disebutkan bahwa orang munafik adalah mereka yang mengajak untuk berbuat mungkar dan mencegah untuk berbuat kebaikan. Allah SWT berfirman,

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ - ٦٧

Artinya: "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama). Mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik."

4. Pendusta
Dalam surah Al Munafiqun ayat 1 disebutkan bahwa,

اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ - ١

Artinya: "Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, "Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta."

5. Khianat dan Ingkar Janji
Ciri-ciri munafik juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda,

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Artinya: "Ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: jika diberi amanat, khianat; jika berbicara, dusta; jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; jika berselisih, dia akan berbuat zalim." (HR Muslim)

Demikian pengertian munafik, pembagiannya serta ciri-cirinya. Semoga detikers selalu dalam lindungan Allah SWT agar terhindar dari sifat munafik.***

Wallahu a'lam.