Pandemi Mereda, Penjualan Atribut HUT RI di Sumedang kini Ramai Pembeli

Pandemi Mereda, Penjualan Atribut HUT RI di Sumedang kini Ramai Pembeli
Jelang hari kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, puluhan pedagang atribut 17 Agustusan tampak mulai menggelar dagangannya, di sepanjang Jalan Prabu Geusan Ulun, Sumedang Selatan. (ist)

WJtoday, Sumedang - Jelang hari kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, puluhan pedagang atribut 17 Agustusan tampak mulai menggelar dagangannya, di sepanjang Jalan Prabu Geusan Ulun, Sumedang Selatan. Atribut yang dijual diantaranya bendera merah putih, umbul-umbul, dan background merah putih.

Salah seorang pedagang atribut kemerdekaan di Jln. Prabu Geusan Ulun, Yana (52) mengatakan, dirinya sudah sekitar 5 hari berjualan atribut. Namun penjualannya sudah terbilang ramai pembeli.

"Penjualan sekarang lumayan. Sampai sekarang sudah habis lah 3 kodi," ujar Yana, Rabu (3/8/2022).

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kata Yana, penjualan atribut kemerdekaan tahun ini mengalami peningkatan sekitar 60 persen.

"Wah, tahun kemarin sepi, karena covid, pendapatan juga cuma Rp 300 ribu," ujarnya.

Yana, yang merupakan warga Kelurahan Regol Wetan, mengaku sudah 6 tahun menjual atribut kemerdekaan, yang dijualnya pada momen Agustusan. Barang dagangannya didapat dari wilayah Garut.

"Biasanya kalau sebelum covid itu bisa dapat Rp5 juta sampai Rp7 juta, sampai akhir bulan (Agustus). Tahun kemarin jalan-jalan ditutup, jadi sepi," ungkapnya.

Pedagang lainnya, Kokos, juga mengaku penjualannya tahun ini laris manis, jika dibandingkan tahun lalu. Kokos sendiri berasal dari Leles, Garut, dan berjualan atribut kemerdekaan di depan Graha Insun Medal.

"Banyak di sini sama teman-teman dari Garut. Saya baru jualan dari tanggal 1 Agustus kemarin. Sekarang sudah agak lumayan, tapi biasanya ramainya di atas tanggal 5," ucapnya.

Harga atribut yang dijual, kata Kokos, bervariasi, dari mulai Rp 25 ribu, hingga Rp 350 ribu tergantung ukuran.

"Paling banyak dicari itu umbul-umbul. Kalau omset biasanya sekitar Rp 5 juta," pungkasnya.  ***