Pemkab Garut Cek Peredaran Obat Sirop Dilarang Kemenkes

Pemkab Garut Cek Peredaran Obat Sirop Dilarang Kemenkes
Lihat Foto

WJtoday, Garut - Wakil Bupati Helmi Budiman bersama Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono melakukan pengecekan terkait peredaran obat , menyusul  imbauan untuk tidak dikonsumsi dan diperjualbelikan.

Wabup Garut mengungkapkan, pengecekan ini dilakukan berdasarkan instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terhadap beredarnya obat yang memiliki kandungan Dietilen Glikol, yang dapat membahayakan tubuh khususnya bagi anak-anak.

"Nah surat edaran sudah kami sampaikan dari dinas kesehatan, sebagaimana juga kita pertegas surat edaran dari Kementerian Kesehatan dan sudah disebarkan kepada seluruh lembaga-lembaga kesehatan, apotek, klinik dan lain sebagainya," ungkap Helmi dalam keteragan tertulis, dikutip Minggu (23/10/2022).

Ia juga mengungkapkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh profesi di bidang kesehatan untuk menindaklanjuti apa yang disampaikan dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022.

"Hasilnya Alhamdulillah ya ini juga kita cek kepada teman-teman di profesi, semua mengikuti bahwa obat sirop tidak dijual terlebih dahulu, jadi obat sirop disimpan dulu tidak dijual," lanjutnya.

Helmi menerangkan, semua obat sirop sementara ini diimbau untuk tidak diperjualbelikan, mengingat Kemenkes RI masih dalam proses penelitian terhadap seluruh obat sirop yang beredar.

Ia menyarankan, sementara ini masyarakat bisa menggunakan obat puyer untuk mengobati anak-anak. Menurutnya, obat puyer ini dinilai aman dan bisa diminum oleh anak-anak.

Dalam kesempatan itu, wabup mengklarifikasi terhadap informasi yang beredar terkait seorang anak yang menderita penyakit ginjal akut, bukan disebabkan karena meminum obat sirop. 

Namun, imbuhnya, anak tersebut sudah memiliki penyakit ginjal sejak dua tahun yang lalu.

"Jadi kita belum bisa menentukan apakah itu disebabkan oleh kandungan yang ada dalam obat sirop yang kita umumkan yang kita larang kemarin atau bukan, karena itu sebelumnya sudah ada penyakit ginjal," terang Helmi.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyampaikan, ke depannya pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah khususnya Dinas Kesehatan dan lembaga kesehatan lainnya, sesuai dengan instruksi dari Kapolri dalam rangka pengawasan terhadap obat sirop yang sementara tidak diperjualbelikan.

"Dan Alhamdulillah di Kabupaten Garut surat edaran sudah disampaikan, untuk tidak memperjualbelikan obat tersebut sejak beberapa hari yang lalu," ucapnya.  ***