Pemkot Bogor Gaet IPB Desain Kawasan Agrowisata Halal di Rancamaya

Pemkot Bogor Gaet IPB Desain Kawasan Agrowisata Halal di Rancamaya
Lihat Foto

WJtoday, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggaet IPB University dalam menggarap desain tata ruang kawasan agrowisata halal di kawasan Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah, mengatakan luas lahan kawasan agrowisata tersebut lebih kurang 9 hektare. Sebagian di antaranya sudah digunakan, termasuk kepentingan Perumda Tirta Pakuan.

"Ada beberapa juga yang kita rencanakan menjadi kebun durian dan kopi," ujar Syarifah, Sabtu (26/3/2022). 

Menurut Syarifah, Pemkot Bogor tertarik dengan konsep IPB University yang telah dipaparkan di hadapan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, karena membuat UMKM 'halal food' atau semacam 'smart halal food center'.

Apalagi masterplan kawasan agrowisata halal sinergi dengan kebijakan Pemkot Bogor yang sejak tahun 2010 telah menerbitkan Perwali Kota Halal. Oleh karena itu, kerja sama pun diwujudkan secara resmi melalui penandatanganan kerja sama dengan IPB University pada Jumat (25/3).

Penandatanganan dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah dan Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat di Ruang Sidang Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PSP3 - LPPM) IPB University, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Baca juga: Wisata Halal adalah Konsep Pariwisata Futuristik

Hingga saat ini Kota Bogor memiliki 68 ribu UMKM dan baru 0,06 persen yang sudah mengikuti sertifikasi halal. 

"Dengan adanya kesepakatan ini semoga jadi awal yang lebih baik dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai kota halal," jelasnya. 

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat mengatakan, merasa senang mendapat kepercayaan dari Pemkot Bogor untuk bersama-sama membuat masterplan kawasan agrowisata halal.

Dari masterplan tersebut, menurut dia, ada dua hal yakni masterplan wisata halal yang diharapkan betul-betul fungsional, tidak hanya gambar yang indah, tetapi bisa dimanfaatkan untuk perkembangan agrowisata halal. 

Selain itu tidak hanya dari segi arsitektur, aksesibilitas dan sosial ekonomi akan diperhatikan.

"Melihat potensi pasar dan pengalaman, kami yakin rencana ini memiliki dampak yang positif," ujar Dodik.  ***