Penelitian: Orang yang Suka Posting Kutipan Kata Bijak Cenderung Punya IQ Lebih Rendah

Penelitian: Orang yang Suka Posting Kutipan Kata Bijak Cenderung Punya IQ Lebih Rendah
Ilustrasi Kutipan Kata Bijak di media sosial
Wjtoday, Bandung - Di media sosial  dengan mudah kita temui banyak bertebaran postingan  kutipan  (quote) inspirasional atau kata-kata bijak maupun motivasi. Apakah Anda termasuk orang yang suka mengunggah kutipan-kutipan motivasi di media sosial?

Tahukah Anda, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang menyukainya dan senang membagikannya di media sosial sebenarnya memiliki tingkat kecerdasan atau Intelligence quotient (IQ) lebih rendah.

Berdasarkan penelitian dari University of Waterloo, orang-orang yang hobi mengunggah kutipan inspiratif sesungguhnya punya tingkat kecerdasan rendah.

 Dalam makalah yang bertajuk "Perihal Omong Kosong Sok Dalam". Tim penulisnya, dipimpin kandidat Ph.D Gordon Pennycook bersama empat peneliti lain, menyatakan ada hubungan antara tingkat IQ rendah dengan sifat seseorang yang mudah terkagum-kagum sama kutipan inspiratif yang terlihat 'bermakna mendalam'.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Judgment and Decision Making tahun 2015 ini melibatkan lebih dari 845 peserta.

Mereka meminta sekelompok orang untuk mengevaluasi berbagai kalimat pernyataan. Beberapa pernyataan tersebut tidak terlalu bermakna, seperti "setiap orang memiliki selera musik yang berbeda-beda".

Ada pula beberapa kalimat yang memiliki makna lebih dalam, misalnya kalimat bijak dari Deepak Chopra yang berbunyi "alam adalah ekosistem yang mengatur kesadaran diri sendiri", dan istilah-istilah lain yang dapat kita temukan di dunia maya.

Beberapa orang gagal untuk melihat perbedaan antara kalimat tak bermakna dengan kalimat yang benar-benar bermakna mendalam.

Ternyata, mereka yang gagal melihat perbedaan tersebut adalah orang-orang yang paling sering berbagi kata-kata bijak di dunia maya.

Gordon Pennycock yang memimpin studi tersebut, memiliki pendapat yang cukup tajam dari penemuan ini. Menurut Gordon, orang-orang yang terlalu mudah menerima kalimat penuh motivasi atau kata-kata bijak adalah orang yang kurang reflektif, berkemampuan rendah dalam hal kognitif seperti berhitung, kemampuan verbal dan kecerdasan.

 Tak hanya itu, mereka dipercaya lebih mudah merasa bingung dalam hal filosofis dan ide konspirasi, serta cenderung memegang keyakinan agama dan paranormal, dan cenderung lebih mendukung pengobatan alternatif.

"Mereka yang lebih mudah menerima omong kosong kurang reflektif, lebih rendah dalam kemampuan kognitif - berhitung, kecerdasan verbal dan cairan, lebih rentan terhadap kebingungan ontologis dan ide konspirasi, lebih cenderung menganut keyakinan agama dan paranormal, dan lebih cenderung mendukung pengobatan komplementer dan alternatif," ungkap Gordan Pennycook.

Dengan demikian, ada baiknya untuk tidak langsung menelan mentah-mentah kutipan atau kata-kata bijak di media sosial. Cobalah untuk baca dengan seksama terlebih dahulu dan berpikir kritis atas makna kata-kata bijak sebelum ikut  membagikannya.

Karena menurut hasil penelitian Orang-orang yang terlalu sering mengunggah foto-foto dengan kata-kata bijak di media sosial mungkin tidak secerdas yang Anda pikirkan.***