Persiapan Perkuliahan Tatap Muka, Itenas Bandung Akan Vaksinasi 7.000 Mahasiswanya

Persiapan Perkuliahan Tatap Muka, Itenas Bandung Akan Vaksinasi 7.000 Mahasiswanya
Rektor Itenas Bandung, Prof. Meilinda Nurbanasari
WJtoday, Bandung - Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung melakukan berbagai persiapan menjelang perkuliahan tatap muka yang rencananya bakal digelar September 2021 mendatang.
Salah satu persiapan yang dilakukan, yakni menggelar vaksinasi Covid-19 mandiri kepada seluruh dosen, tenaga pendidikan, dan tenaga non-pendidikan di lingkungan Itenas Bandung serta bakal dilanjutkan kepada seluruh mahasiswanya.
Rektor Itenas Bandung, Prof. Meilinda Nurbanasari, Ph.D mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung dalam penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 bagi dosen dan tenaga pendidikan maupun tenaga non-pendidikan Itenas Bandung tersebut.
Vaksinasi Covid-19 yang dimulai Senin (29/3/2021) kemarin itu digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Bale Dayang Sumbi Itenas dan diikuti 458 orang dosen, tenaga pendidikan, dan tenaga non-pendidikan Itenas Bandung. 
"Pembiayaan vaksinasi ini free karena ini vaksin gratis dari pemerintah," ujar Meilinda Nurbanasari.
Secara umum, lanjut Meilinda, Itenas Bandung telah siap menggelar perkuliahan tatap muka. Selain persiapan lewat vaksinasi, pihaknya pun telah melengkapi seluruh sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan.
Meski begitu, Meilinda berharap bahwa seluruh mahasiswa Itenas Bandung pun segera menjalani vaksinasi Covid-19 sebelum perkuliahan tatap muka benar-benar dibuka. Menurutnya, perkuliahan tatap muka rencananya bakal dimulai semester genap 2021 atau bulan September mendatang.
"Untuk tatap muka kita masih berharap mahasiswanya divaksin terlebih dahulu. Kalau dosen siap, tapi kan ini interaksi dosen dengan mahasiswa. Kami berharap, pemerintah dapat menyelenggarakan program vaksinasi bagi mahasiswa," ungkapnya.
Bahkan, Meilinda menyatakan, pihaknya juga siap menjadi penyelenggara vaksinasi Covid-19 untuk mahasiswanya yang jumlahnya kini mencapai sekitar 7.000 mahasiswa.
"Kalau pemerintah mengizinkan mahasiswa divaksin, kami akan siap menyelenggarakan bagi mahasiswa kami," tegasnya.
Meilinda juga menuturkan, vaksinasi Covid-19 kepada dosen, tenaga pendidikan, dan tenaga non-pendidikan Itenas Bandung merupakan upaya pihaknya dalam melindungi warga Itenas Bandung sekaligus mendukung program pemerintah dalam menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.
Dalam pelaksanaanya, tambah Meilinda, baik panitia, tenaga kesehatan, dan seluruh peserta penerima vaksin Covid-19 menerapkan protokol kesehatan 5 M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
"Pelaksanaan vaksin dilakukan tidak serentak di waktu yang sama. Peserta penerima vaksin diberikan jadwal pelaksanaan masing-masing. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi kerumunan di tempat pelaksanaan vaksinasi," katanya.***