Perusahaan Tambang Harus Utamakan Aspek Lingkungan

Perusahaan Tambang Harus Utamakan Aspek Lingkungan
Ilustrasi aktivitas penambangan pasir batu di kawasan Paseh, Sumedang. (ist)

WJtoday, Bandung - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat (Jabar), PT Jasa Sarana menggenjot produksi tambang pasir batu (sirtu) di lahan seluas 20 hektare di kawasan Paseh, Kabupaten Sumedang.

Selain dikelola untuk memenuhi kebutuhan permintaan ritel bahan bangunan atau para pengembang perumahan, tambang sirtu Paseh juga disiapkan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Utara Jabar.

Sejumlah infrastruktur strategis tersebut, di antaranya Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, hingga pengembangan kawasan metropolitan Rebana.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Buky Wibawa mengingatkan PT Jasa Sarana agar jangan hanya mengejar pendapatan tanpa memperhatikan dampak setelah penambangan.

"Harus dipastikan jika eksplorasi tambang dilakukan dengan mengutamakan aspek lingkungan, jangan sampai merusak lingkungan dan ekosistem alam" kata Buky di bandung, Rabu (2/6/2021).

Karena itu, legislator dari Fraksi Gerindra ini mengingatkan agar perusahaan pertambangan harus melaksanakan AMDAL berdasarkan peraturan yang sudah ditetapkan.

Namun demikian, Buky mengapresiasi pengelolaan tambang pasir tersebut selain dikelola untuk memenuhi kebutuhan permintaan ritel bahan bangunan atau para pengembang perumahan, juga disiapkan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur strategis di wilayah utara Jabar.

Dia pun berharap keberadaan tambang pasir beton yang dikelola oleh PT Jasa Sarana bisa membantu perekonomian dengan  memberdayakan masyarakat setempat.

"Ini jelas memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar jika dilibatkan. Mereka butuh penghasilan di saat pandemi belum berakhir." sebut Buky.

"Meski tidak berdampak besar bagi pemulihan ekonomi, tapi minimal ekonomi lokal bisa bangkit dan hidip lagi. Itu penting untuk memberikan bantuan warga yang secara ekonomi terdampak pandemi." pungkasnya.  ***