Pj. Bupati Harap Korban Tewas Akibat Pengeroyokan Geng Motor Tidak Terulang Kembali

Pj. Bupati Harap Korban Tewas Akibat Pengeroyokan Geng Motor Tidak Terulang Kembali

WJtoday, Subang - Penjabat (Pj) Bupati Subang Imran melaksanakan takziah ke keluarga korban pengeroyokan Geng Motor, bertempat di Gang Melati, Kelurahan Cigadung, Subang, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, korban telah dirawat selama beberapa hari di RS Hamori karena kondisi yang cukup parah akibat pendarahan kepala akibat pukulan benda tumpul. Namun, karena kondisi yang tidak kunjung membaik, akhirnya korban meninggal dunia.

Pj. Bupati Subang Imran dalam takjiahnya tersebut menyaksikan secara langsung proses memandikan jenazah. Selepas menyaksikan proses pemandian jenazah, ia lantas menyerahkan santunan kepada keluarga korban dan menyatakan rasa duka nya.

Imran menyampaikan bahwa saat ini untuk pembiayaan Rumah Sakit masih ditanggung oleh Pemda sebelum nanti akan ditanggung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

"Sampai dengan hari ini untuk talangan sementara itu di tanggulangi oleh Pemda, karena itu harus kita ajukan ke LPSK. Tapi sampai dengan hari ini semua pembiayaan itu masih ditanggung oleh Pemda sampai nanti keluar berapa biaya yang ditanggung oleh LPSK," ujar Imran dalam siaran pers, dikutip Sabtu (8/6/2024).

Ia pun mengharapkan, kejadian yang terjadi saat ini tidak terulang lagi di Kabupaten Subang dan dirinya tidak ingin melihat ada keluarga yang kehilangan anaknya akibat bullying, geng motor ataupun perkelahian remaja.

"Saya harap ini menjadi kejadian terakhir untuk terjadi di Kabupaten Subang. Saya tidak mau ada keluarga, orang tua yang kehilangan anaknya seperti kejadian saat ini," tegasnya.

Dia juga menekankan, dirinya tidak mentolerir adanya bullying maupun perkelahian remaja. Bukan hanya bagi para siswa, namun kepada kepala sekolahnya pun dirinya akan tegas apabila terjadi kejadian tersebut.

"Saya sudah katakan kepada seluruh kepala sekolah kalau ada kejadian bullying, kejadian pembegalan, kejadian perkelahian pelajar. Cuma dua yang saya minta, anaknya itu dipindahkan untuk bersekolah tempat lain di luar Subang atau Kepala sekolahnya yang saya pindahkan. Saya cukup tegas untuk itu, sudah cukup untuk seperti ini," paparnya.

Terkait dengan penegakkan hukum, ia menjelaskan dirinya sangat mendukung penegakkan hukum yang seadil adilnya, terlebih kejadian tersebut menyebabkan korban meninggal dunia.

"Saya sangat mendukung Kapolres beserta jajaran untuk menegakkan hukum terkait dengan kejadian ini. Mohon dukungannya kepada masyarakat Subang untuk kita menjaga kondusifitas di Subang tetap aman," tandasnya.  ***