Presiden Tegaskan Kasus Perundungan Seperti di Tasikmalaya Jangan Terjadi Lagi

Presiden Tegaskan Kasus Perundungan Seperti di Tasikmalaya Jangan Terjadi Lagi
Lihat Foto

WJtoday, Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan semua unsur dalam masyarakat punya tanggung jawab untuk mencegah perundungan terhadap anak menyusul kematian seorang siswa sekolah dasar yang diduga mengalami depresi karena menjadi korban perundungan di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

"Ini adalah tanggung jawab kita semuanya, tanggung jawab orang tua, tanggung jawab para pendidik, tanggung jawab sekolah, tanggung jawab masyarakat agar bullying, perundungan, ke depan tidak terjadi lagi," ungkap Jokowi di Bogor, Sabtu (23/7/2022).

"Harus kita jaga bersama agar anak-anak kita itu memiliki dunia bermain, dunia anak-anak dengan keceriaan mereka. Jangan sampai terjadi lagi yang namanya perundungan," ia menambahkan.

Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga siswa korban perundungan yang meninggal dunia di Tasikmalaya.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian di Tasikmalaya, dan ini adalah tanggung jawab kita semuanya," ujar Jokowi.

Seperti diberitakan, seorang siswa kelas V SD yang menjadi korban perundungan meninggal dunia setelah menjalani perawatan karena menderita depresi di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepolisian Daerah Jawa Barat telah memeriksa 15 orang terkait kasus perundungan yang mencakup pemaksaan untuk melakukan tindakan asusila tersebut.

Baca juga: Polisi Usut Dugaan Tewasnya Bocah 11 Tahun di Singaparna Depresi Usai Di-bully Cabuli Kucing

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo, sebanyak 15 orang yang diperiksa merupakan saksi yang melihat langsung kejadian perundungan maupun mendengar cerita perundungan tersebut.

Jokowi juga mendorong penegakan hukum yang tegas bagi pelaku kekerasan terhadap anak, baik itu kekerasan seksual, fisik, verbal hingga perundungan.

Hal itu disampaikan Kepala Negara menyikapi sejumlah kasus kekerasan terhadap anak dalam berbagai bentuk di beberapa wilayah belakangan ini.

"Saya kira penegakan hukum yang keras, penegakan hukum yang tegas, menjadi tanggung jawab kita semuanya untuk memagari agar tidak terjadi lagi," sebutnya.

Presiden mengatakan siapa pun pelaku kekerasan terhadap anak harus diproses dengan aturan-aturan yang ada sehingga tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak apa pun bentuknya. 

"Saya kira semuanya diproses, siapa pun, tidak ada yang namanya kekerasan verbal, tidak ada yang namanya perundungan, tidak ada yang namanya kekerasan fisik, kekerasan seksual, semuanya. Karena memang aturannya tidak diperbolehkan dan itu ada pidananya," tegas Presiden.  ***