Seperti Pulau Komodo-NTT, Kabupaten Indramayu Punya Wisata Pulau Biayawak yang Layak Dikunjungi

WJtoday, Jakarta - Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan populasi terpadat di Indonesia, selain itu Jawa Barat juga kaya akan warisan adat dan budaya luhur yang terjaga.

Berada di jalur cincin api pasifik, wilayah yang memiliki beberapa gunung berapi aktif, ini juga kerap disebut Parahyangan atau tempat tinggal para dewa.

Hal ini karena bentang alamnya yang terkenal begitu indah dan unik dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari Jakarta atau Bandung.

Dari danau di puncak gunung sampai pantai berpasir putih, Jawa Barat memiliki banyak sekali keajaiban alam yang begitu spektakuler dan sayang untuk dilewatkan.

Salah satunya adalah Kabupaten Indramayu, kabupaten yang terletak di pesisir utara Jawa Barat ini menyimpan sejuta keindahan alam, yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Bak Berkelana ke Dunia Purbakala Jurrasic World, Pulau Biawak, Indramayu

Anda tentu sudah familiar dengan Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, di mana reptil purba raksasa komodo hidup berkeliaran dengan bebas disana.

Tapi tahukah Anda? Kalau tak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di pesisir utara Indramayu juga terdapat sebuah pulau yang banyak dihuni oleh kadal raksasa?

Seperti namanya, Pulau Biawak merupakan habitat alami satwa liar biawak. Dulunya pulau ini tertutup untuk umum karena dijadikan lokasi penelitian milik pemerintah.

Namun kini, asalkan berani, Anda bebas untuk menjelajahi setiap jengkalnya.

Begitu perahu merapat di pantai Pulau Biawak yang berpasir putih, Anda akan langsung disambut oleh megahnya mercusuar kuno setinggi 65 meter yang sudah ada sejak jaman Belanda. Sungguh pemandangan yang luar biasa!

Anda dapat naik ke puncak mercusuar tersebut melalui tangga berputar untuk melihat seluruh bagian pulau.

Tak hanya di daratan saja, pemandangan alam bawah laut sekitar Pulau Biawak pun tak kalah cantiknya. Dan Anda dapat menikmati indahnya bunga karang dan ikan-ikan beraneka warna tersebut sambil snorkeling.

Kalau Anda cukup bernyali, cobalah jelajahi hutan bakau yang terdapat di pulau ini, siapa tahu dapat bertemu langsung dengan “sepupu” komodo yang sedang melintas di sela-sela pepohonan.

Meskipun tak seagresif komodo, namun biawak dewasa dapat tumbuh sepanjang tiga meter dan juga bisa menggigit! Dan ingat, apabila berpapasan dengan mereka, waspadailah sabetan ekornya, karena itu adalah senjata yang mereka gunakan jika merasa terancam. ***