Tagar TNI AU Trending di Twitter Usai Anggotanya Injak Kepala Warga di Papua

Tagar TNI AU Trending di Twitter Usai Anggotanya Injak Kepala Warga di Papua

WJtoday, Jakarta - Aksi dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) viral di media sosial. Mereka dianggap melakukan tindakan arogan saat melerai aksi keributan di sebuah warung di Jalan Mandara, Merauke, Papua.

Saat itu, seorang anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga saat mencoba melumpuhkannya. Akibat peristiwa itu, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meminta maaf. Permintaan maaf itu diunggah melalui akun Twitter TNI AU.

Usai peristiwa itu, TNI AU menjadi trending di Twitter. Hingga Rabu (28/7/2021) pukul 10.11 WIB, ada 9.231 cuitan tentang TNI AU. Apa saja komentar warganet?

1. Warganet anggap perilaku dua anggota TNI AU itu brutal

Sejumlah warganet geram dengan adanya tindakan yang dilakukan dua anggota TNI AU yang melakukan kekerasan. Warganet menganggap tindakan dua anggota TNI itu brutal.

"Memakai istilah insiden salah paham untuk kejadian menginjak kepala warga yg dilakukan anggota TNI AU menurut saya sangat tidak tepat dan Itu lebih dari sekedar insiden salah paham, tapi sebuah kebrutalan dan penghinaan yang di lakukan oleh Anggota TNI AU," kata @kopiiXXX.

Kemudian, warganet lainnya bertanya mengenai alasan menginjak kepala. Dia membandingkan dengan kasus kejahatan lain yang dilakukan oleh pejabat negara.

"Kenapa mesti di injak sih pa kepalanya, bapak-bapak salah injek aja sebenernya, koruptor bansos dong pa yang seharusnya bapak injak kepalanya," ujar @rudyXXX.

2. TNI AU akan mengevaluasi pembinaan anggota

Serda Dimas (kiri) dan Prada Vian (kanan) kompak memakai baju tahanan usai arogan injak kepala tunawicara di Papua.


Sebelumnya, Komandan Lanud J.A.Dimara Kolonel Herdy Arief Budiyanto menjelaskan, kedua oknum TNI AU yang menginjak kepala seorang tunawicara, Steven, saat ini sedang dalam proses penyelidikan Lanud Merauke. Mereka adalah Serda Dimas dan Prada Vian.

Atas kejadian ini, TNI AU akan mengevalusi pembinaan personel agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa di Ibu Pertiwi.

“Saya berharap dengan kejadian ini tentunya kami inginkan tidak ada persepsi yang lain di mana kejadian kemarin telah diselesaikan dengan pihak keluarga dan pihak yang bersangkutan,” ujarnya.

3. Wabup Meruke: jangan diperbesar masalah ini

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Merauke H. Riduwan mengajak seluruh masyarakat untuk mengendalikan diri dan tidak terprovokasi dengan menjadikan isu ini sebagai isu rasisme.

“Mari kita semua meredam jangan diperbesar masalah ini ibarat api dikasih bensin, mari semua sejuk dan menyejukkan,” ujarnya.

4. Kronologi 2 Anggota TNI AU Injak Kepala Tunawicara di Papua

Video dua anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga viral di media sosial dan pesan berantai di WhatsApp. Dalam video berdurasi 1,21 menit itu, korban yang sedang berdebat dengan seseorang di sebuah warung makan, tiba-tiba didatangi oleh kedua oknum anggota Lanud Merauke tersebut. 

Salah satunya langsung menangkap korban lalu menarik korban keluar warung dan membantingnya ke trotoar lalu menginjak kepala korban dengan sepatu larsnya.

Korban yang bernama Steven yang merupakan tunawicara itu, sempat merintih kesakitan, namun kedua oknum tersebut terus menginjak kepala dan badan korban sambil menerima panggilan telepon.

Bagaimana kronologi kejadian tersebut? 

Dua anggota TNI AU melihat keributan dan bermaksud melerainya

Kadispenau Marsma TNI, Indan Gilang Buldansyah menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada saat Serda Dimas dan Prada Vian hendak membeli makan di salah satu rumah makan Padang yang ada di Jalan Raya Mandala, Merauke, Papua, Senin (26/7/2021) pukul 10.00 WIT.

Pada saat bersamaan terjadi keributan seorang warga tunawicara bernama Steven dengan penjual bubur ayam yang lokasinya berdekatan dengan rumah makan padang tersebut. 

“Keributan ini disebabkan oleh seorang warga yang diduga mabuk, melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam dan juga kepada pemilik rumah makan padang dan sejumlah pelanggannya,” ujar Indan dalam keterangn tertulisnya, Selasa (27/7/2021).

Dua anggota TNI AU menginjak kepala tunawicara

Kedua anggota Lanud Merauke itu berinisiatif melerai keributan dan membawa Steven ke luar warung. Namun, kedua oknum melakukan tindakan yang dianggap berlebihan terhadap warga. 

“Kita menyesalkan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh dua oknum anggota ini pada saat mengamakan warga, dan sejak kemarin (Senin) keduanya sudah ditahan di Satpom Lanud Dma untuk proses hukum selanjutnya,” kata Kadispenau.


Kedua oknum anggota TNI AU ditahan Lanud J.A. Dimara

Menyikapi kejadian dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua oknum anggota TNI AU itu, Kadispenau menegaskan pihaknya akan menindak secara tegas setiap prajurit yang melakukan tindakan pelanggaran.

“Kita akan tindak lanjuti kejadian ini, kedua oknum anggota ini akan ditindak secara tegas, sesuai aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” ujar Marsma Indan.

Kadispenau menyesalkan kejadian tersebut, dan memastikan bahwa, kejadian ini sudah ditangani oleh Satuan Polisi Militer Lanud Johannes Abraham Dimara (Dma), Merauke.

“Kedua oknum anggota Lanud Dma ini sudah ditahan di Satpomau, dan proses hukumnya sedang berjalan,” sambungnya.***(agn)