Tak hanya GoTo dan Ruangguru, Badai PHK juga Hantam Belasan Perusahaan di Indonesia

Tak hanya GoTo dan Ruangguru, Badai PHK juga Hantam Belasan Perusahaan di Indonesia
Lihat Foto

WJtoday, Jakarta - Belasan perusahaan di Indonesia diterjang badai pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Kabar teranyar soal GoTo dan Ruangguru yang melakukan PHK kepada sejumlah karyawan.

Selain dua perusahaan tersebut, beberapa perusahaan Indonesia pada tahun 2022 menghadapi persoalan PHK. 

Berikut daftar perusahaan yang dihantam PHK, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Minggu (20/11/2022).

1. GoTo

Kabar mengejutkan datang dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada November 2022. Perusahaan teknologi ini memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawan atau sekitar 12% dari total karyawan Grup GoTo.

Karyawan yang terdampak dari kebijakan ini akan mendapat paket kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di tiap negara di mana GoTo beroperasi. Selain itu, GoTo juga akan memberikan dukungan finansial berupa tambahan satu bulan gaji.

"Karyawan terdampak akan memperoleh paket kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di tiap negara di mana GoTo beroperasi. Lebih dari itu, GoTo juga memberikan sejumlah dukungan finansial, antara lain berupa tambahan satu bulan gaji, serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu)," bunyi pertanyaan perusahaan.

2. Ruangguru

Ruangguru melakukan PHK pada November 2022. Perusahaan rintisan ini mengumumkan PHK ratusan pegawai. Informasi itu diumumkan oleh Tim Corporate Communication Ruangguru.

"Terdapat ratusan pegawai Ruangguru yang terdampak dari pemutusan hubungan kerja ini. Keputusan sulit ini diambil karena situasi pasar global yang memburuk secara drastis," tulis perusahaan.

3. Shopee Indonesia

PHK karyawan dilakukan Shopee Indonesia pada Senin 19 September 2022. Cukup banyak karyawan yang terdampak PHK ini.

Shopee Indonesia berkomitmen memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak dari kebijakan ini. Pesangon akan diberikan sesuai aturan perundang-undangan plus satu bulan gaji.

4. Tokocrypto

Pada September 2022, perusahaan yang membuka perdagangan aset kripto ini melakukan perubahan strategi bisnis, salah satunya dengan mengurangi 20 persen dari total 225 karyawannya atau sekitar 45 orang. Hal ini diungkapkan oleh VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani.

5. Indosat Ooredoo Hutchinson

Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) melakukan PHK karyawan pada 23 September. Indosat mengklaim hampir semua karyawan yang di-PHK menerima paket pesangon yang ditawarkan perusahaan. Namun tidak dijelaskan berapa orang yang kena PHK.

Paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, bahkan yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dan secara signifikan lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku.

6. Binar Academy

Binar Academy pada Oktober 2022 mengumumkan PHK kepada 20 persen karyawannya. Dalam keterangannya, tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah karyawan yang terkena PHK.

Pihak Binar Academy mengaku akan melakukan perubahan peran di beberapa fungsi bisnis dengan kapabilitas yang dibutuhkan sesuai strategi bisnis ke depan.

7. Bananas Indonesia

Manajemen Bananas menyampaikan dengan berat hati soal Bananas akan berhenti beroperasi karena unit ekonomi bisnisnya yang dinilai tidak berjalan dengan baik. Disebutkan secara gamblang mengenai PHK tersebut.

Melalui Instagram @bananasindonesia, pihaknya hanya mengatakan akan membantu para karyawan terbaiknya yang terdampak untuk bisa mendapatkan tempat baru dalam kondisi transisi.

8. GrabKitchen 

Grab juga akan menutup layanan GrabKitchen di Indonesia terhitung 19 Desember 2022. Dengan begitu, otomatis terjadi PHK karyawan. Karyawan diberikan dua pilihan, mau terkena PHK atau ditawarkan untuk bekerja di posisi dan juga divisi lain Grab Indonesia.

Dalam keterangan tertulisnya, Chief Communications Officer Grab Indonesia Mayang Schreiber menjelaskan selama empat tahun perusahaan beroperasi, terlihat pertumbuhan yang tidak konsisten, serta adanya peralihan menjadi model bisnis aset-ringan.

9. JD.ID

JD.ID melakukan PHK kepada sejumlah pekerjanya pada Mei 2022 . Upaya itu disebut untuk menjaga agar JD.ID tetap mampu bersaing dengan platform lainnya.

10. Mamikos 

Perusahaan rintisan penyedia sewa hunian, Mamikos pada Juli 2022 melakukan PHK kepada sekitar 100 karyawannya.

11. Mobile Premier League

Perusahaan rintisan Mobile Premier League atau MPL (gaming) mengumumkan hengkang dari pasar Indonesia pada Mei 2022. Sejak 30 Mei 2022, MPL Indonesia sudah tidak beroperasi.

12. Lummo 

Lummo (startup SaaS) dikabarkan melakukan PHK kepada 100 karyawannya di Indonesia pada Juni 2022. Selain itu, Lummo menghentikan ekspansi dari layanan LummoShop. PHK tersebut sebagai imbas dari situasi ekonomi global dan sulitnya akses pendanaan.

13. TaniHub

TaniHub (agritech) atau PT Tani Hub Indonesia melakukan penutupan dua gudang di Bandung dan Bali. TaniHub juga menutup layanan B2C dan fokus di B2B. Langkah itu mengakibatkan sejumlah karyawan terkena PHK pada Maret 2022.

14. LinkAja 

LinkAja (fintech) atau PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) melakukan PHK terhadap ratusan karyawan (200) sekitar Mei 2022.

15. Pahamify 

Pahamify atau PT Pahami Cipta Edukasi (Edutech) mengumumkan PHK terhadap sejumlah karyawan guna optimalisasi bisnis pada Juni 2022.

16. Zenius 

Starup (edutech) Zenius mengumumkan PHK sekitar 800 karyawan dari Mei hingga Agustus 2022.

17. SiCepat 

Starup bergerak di bidang layanan pengiriman barang ini melakukan PHK kepada 360 karyawannya. Pihak SiCepat mengungkapkan bahwa langkah ini ditempuh sebagai evaluasi kompetensi karyawan.

18. The Goods Dept

The Goods Dept yang meminta karyawannya mengundurkan diri. Hal itu terjadi karena perusahaan menemukan pelanggaran yang berulang.

CEO The Goods Dept Ruby Sjabana menjelaskan perusahaan sudah melakukan pemeriksaan di internal perusahaan. Ruby menyebut ditemukan pelanggaran yang terjadi secara berulang. Dari hasil pemeriksaan ada oknum yang melanggar aturan.

"Hasil pemeriksaan internal, Kami menemukan telah terjadi pelanggaran yang dilakukan secara berulang oleh oknum karyawan. Atas temuan ini manajemen tidak dapat mentolerir dan memutuskan dengan tegas untuk meminta pertanggungjawaban sesuai dengan internal perusahaan," kata Ruby.***