Temukan Banyak Cacing Hati, DKPP Kota Bandung Musnahkan 50 Kilogram Jeroan Sapi

Temukan Banyak Cacing Hati, DKPP Kota Bandung Musnahkan 50 Kilogram Jeroan Sapi
Cacing hati di jeroan sapi yang ditemukan petugas pemotongan hewan kurban di RPH Ciroyom, Jalan Arjuna, Cicendo, Kota Bandung, Minggu (10/7).(twitter)

WJtoday, Bandung - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung menemukan adanya cacing pada sejumlah jeroan hewan kurban sapi yang disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) UPT DKP Kota Bandung di hari pertama Iduladha. 

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menuturkan dari 35 ekor sapi yang disembelih terkumpul 50 kg jeroan sapi yang diafkir (dibuang). Puluhan kilogram jeroan itu artinya tidak layak dikonsumsi sebab mengandung bakteri yang berbahaya bagi yang mengonsumsi. 

"Dari 35 ekor sapi ada sekitar 50 kg keseluruhan. Jeroan sapi itu terdiri dari bagian hati, jantung, dan paru. Paling banyak itu cacing hati yang biasa tumbuh di hati," ucap Gin Gin ditemui di RPH Ciroyom, Jalan Arjuna, Cicendo, Kota Bandung, Minggu (10/7). 

Gin Gin menjelaskan, jeroan yang diafkir itu dimusnahkan dengan cara dikubur. Jeroan yang terinfeksi itu tidak boleh dikonsumsi, tetapi daging sapinya masih aman untuk dimakan. 

"Kami periksa seberapa banyak menyebarnya, makanya itu bagian postmortemnya saja yang diafkir," tuturnya. 

"Ini kami pisahkan dan tidak boleh yang dipotong ini diambil. Setelah diafkir, dipisahkan dan dikubur, tetapi dagingnya tetap aman dikonsumsi," tambahnya. 
Untuk menjaga kehigienisan daging kurban, dianjurkan supaya daging segera direbus dengan air mendidih selama 30 menit. 
Dia mengungkapkan, sebelum hewan kurban disembelih, pihaknya melakukan pengecekan berkala. Ini untuk memastikan hewan tidak terserang penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pengecekan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) juga dilakukan tim pemeriksa sesaat hewan kurban akan dititipkan ke rumah jagal itu.

"SKKH itu ditanyakan, tetapi di luar itu pun kami ada pemeriksaan ulang.  Kalau pun ada surat tetapi secara fisik tidak memungkinkan, akan ditolak. Kami periksa ulang saat masuk dan diperiksa lagi setelah dipotong," tutupnya.***